Pembiayaan Emas BSI Meningkat Signifikan

  • Bagikan
Pembiayaan Emas BSI Meningkat Signifikan. Foto: Humas BSI

MITABERITA.com | Bisnis pembiayaan logam mulia PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami kenaikan yang signifikan, dengan total penyaluran pembiayaan produk Gadai Emas dan Cicil Emas mencapai Rp8,05 triliun, meningkat pesat sebesar 30,50% dibandingkan tahun sebelumnya hingga April 2024.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa pertumbuhan yang signifikan ini sebagai cerminan tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi.

Menurut Anton, emas terus menjadi pilihan yang diminati karena kemampuannya sebagai aset safe-haven yang dapat melindungi nilai aset dari inflasi, terutama dalam situasi geopolitik yang tidak stabil.

Kenaikan harga emas, terutama di tengah kondisi makroekonomi yang volatile, juga menjadi pendorong minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan pembiayaan emas seperti gadai dan cicil.

Anton merinci bahwa pembiayaan Gadai Emas BSI meningkat 14,34% YoY menjadi Rp5,12 triliun, sementara Cicil Emas melonjak 73,15% YoY menjadi Rp2,93 triliun. Peningkatan ini turut mendorong pendapatan fee BSI dari gadai naik 14% menjadi Rp270 miliar pada empat bulan pertama tahun 2024.

Tak hanya itu, jumlah akun untuk gadai dan cicil emas di BSI juga mengalami lonjakan drastis sebesar 37,88% YoY, mencapai 504.021 akun per April 2024, mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi emas melalui BSI.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis emas, BSI telah menerapkan beberapa strategi kunci, termasuk memperluas jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan BSI Agen dan toko emas di berbagai daerah. Kerja sama dengan PT Aneka Tambang (ANTAM) juga terus ditingkatkan.

Anton menambahkan bahwa BSI terus berinovasi dengan menyediakan layanan digital melalui BSI Mobile untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi cicil emas, tabung emas, dan gadai emas.

Produk cicil emas dengan margin kompetitif serta cicilan ringan hingga lima tahun juga ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

BSI juga tak lupa mengantisipasi maraknya kasus emas palsu dengan menerapkan langkah-langkah mitigasi risiko, termasuk pelatihan khusus bagi pegawai yang menangani pembiayaan emas serta ketentuan ketat untuk mencegah masuknya emas palsu ke dalam sistem pembiayaan BSI.

Dengan strategi yang kokoh dan langkah-langkah mitigasi risiko yang kuat, BSI optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terdepan dalam bisnis pembiayaan emas, serta memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan sektor keuangan syariah di Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *