Pamong Praja Diminta Tinggalkan Arogansi

  • Bagikan
Pamong Praja Diminta Tinggalkan Arogansi. Foto: Biro Adpim Setda Aceh

MITABERITA.com | Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, menyampaikan pesan penting tentang kearifan dan kolaborasi dalam acara penutupan Liga Pamong Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Aceh (IKAPTK) di Sabang.

Bustami menyoroti pentingnya meninggalkan sikap arogansi dari Pamong Praja dan menggantinya dengan semangat pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Bustami secara tulus mengajak para pamong praja untuk merenung tentang esensi dari pelayanan publik.

“Tinggalkan arogansi karena itu tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Sebagai abdi negeri, kita ini pelayan. Jadi, kurangi minta dilayani,” ujar Bustami.

Pj Gubernur juga mengingatkan akan tanggung jawab mereka sebagai pelayan masyarakat. Selain itu, Bustami juga menekankan pentingnya kebersamaan dan kerjasama dalam membangun Aceh yang lebih baik.

“Keakraban itu tumbuh dari hati, bukan dari mulut manis. Mari kita menyatukan hati untuk membangun Aceh yang kita cintai ini,” lanjutnya, mengingatkan tentang pentingnya menghargai dan menghormati satu sama lain.

Dalam sambutannya, Bustami membangkitkan semangat kolaborasi dan keikhlasan dalam berbakti kepada negeri.

“Marilah kita berkolaborasi untuk kemajuan Aceh, bukan saling ganjal mengganjal. Ayolah kita berbakti kepada negeri yang kita cintai ini dengan ketulusan dan keihlasan,” tambahnya.

Bustami juga mengingatkan akan kebesaran Aceh di masa lalu dan menyerukan semangat untuk membangkitkan kembali kejayaan daerah tersebut.

“Kita mengatakan Aceh ini hebat di masa lalu, kenapa sekarang tidak. Mungkin kita belum belajar ikhlas. Marilah dari kota Sabang yang indah ini kita memulai dengan keihlasan,” tegas Gubernur Bustami.

Di era digitalisasi ini, Bustami juga menekankan pentingnya integritas dan komitmen dalam berbakti kepada negara. “Saya berharap kita punya naiwatu, komitmen, yang dilandasi dengan sebuah keikhlasan,” ujarnya.

Dengan harapan akan membangun Aceh yang lebih baik ke depan, Bustami mengakhiri sambutannya dengan sebuah pantun yang menggambarkan persahabatan dan kesederhanaan.

Pesan-pesan kebijaksanaan dan semangat kolaboratif Bustami diharapkan akan menjadi inspirasi bagi para pamong praja Aceh untuk terus berbakti kepada masyarakat dan negara dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *