Drama Kehidupan Ummi Khalifa Amalia: Dilema UKT dan Pengorbanan Keluarga

  • Bagikan
Ummi Khalifa Amalia. Foto: dokumen pribadi

MITABERITA.com | Kabar mengejutkan datang dari calon mahasiswi, Ummi Khalifa Amalia, yang memutuskan untuk menunda impian kuliahnya di kampus impiannya di Banda Aceh. Penyebabnya bukan karena kurangnya semangat atau keinginan, melainkan karena kendala finansial yang tak terduga.

Pada usia yang masih muda, Ummi telah dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berdedikasi tinggi dalam mengejar pendidikan. Namun, mimpi kuliahnya harus terkatung-katung ketika ia menyadari bahwa biaya UKT (uang kuliah tunggal) yang terlalu mahal menjadi hambatan utama.

Ummi bukanlah sosok yang egois. Meskipun sangat ingin mewujudkan impian kuliahnya, dia memilih untuk menempatkan kepentingan keluarganya di atas segalanya.

Kehadiran “abah” –panggilan untuk ayahnya– yang baru sembuh dari sakit, ditambah kondisi ekonomi keluarga yang masih belum pulih pasca pandemi Covid-19, membuat Ummi memutuskan untuk mengorbankan impian pribadinya.

Keputusan Ummi ini tidak hanya menggugah hati, namun juga memunculkan rasa simpati dan dukungan dari masyarakat. Kabar tentang pengorbanannya tersebar dengan cepat, mengundang perbincangan hangat dan dukungan moral dari beberapa kalangan.

Dalam situasi yang sulit ini, Ummi Khalifa Amalia menjadi contoh nyata dari kekuatan dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan kehidupan. Kehadirannya memperlihatkan betapa pentingnya nilai-nilai keluarga, pengorbanan, dan kepedulian dalam menjalani kehidupan.

Walaupun impian kuliahnya harus ditunda, Ummi tetap menjaga semangat dan optimisme. Dia yakin bahwa suatu hari nanti, dengan tekad dan usaha keras, dia akan mampu mewujudkan impian itu, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya.

Kisah Ummi Khalifa Amalia adalah cerminan dari perjuangan seorang anak dalam menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarganya. Dan pada akhirnya, kesetiaan dan pengorbanannya akan menjadi cerita inspiratif bagi banyak orang.

Mungkin ini sudah jalan hidupnya, karena kehidupan yang penuh keceriaan untuk menggapai impian itu, saat ini harus terkubur dalam karena tak kuasa memenuhi keinginan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Untuk saat ini saya harus menunda impian saya untuk kuliah, mungkin inilah pilihan terbaik saat ini. Mudah-mudahan ke depan ekonomi kami bisa membaik agar bisa belajar lagi ke perguruan tinggi,” harap Ummi saat ditemui di perbatasan Banda Aceh-Aceh Besar, Senin 3 Juni 2024.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *