Dipimpin Marthunis, Disdik Aceh Dinilai Berhasil Terapkan Zona Integritas

  • Bagikan
Disdik Aceh Dinilai Berhasil Terapkan Zona Integritas. Foto: Mitaberita

MITABERITA.com | Ombudsman mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan Aceh dalam menangani pungutan liar yang masih menjadi masalah serius di sektor pendidikan.

Kepala Ombudsman perwakilan Aceh Dian Rubianty mengungkap bahwa Ombudsman menerima laporan dari 20 sekolah terkait pelaksanaan wisuda dan perpisahan sekolah di masa lalu.

Namun, berkat kerja sama yang erat dengan Dinas Pendidikan, banyak sekolah telah mengembalikan pungutan tersebut dan memperbaiki sistem sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak menentang kegiatan perpisahan, tetapi penting untuk memastikan bahwa aturan diikuti dan menghindari pemaksaan biaya pada orang tua,” katanya.

“Kami hanya ingin memastikan Surat Edaran dari kementerian dipatuhi. Keluhan terkait pungutan dan pemaksaan biaya menjadi perhatian utama kami,” jelas Dian.

Dian juga menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana dinyatakan dalam lagu kebangsaan Indonesia.

“Korupsi intelektual adalah yang paling merugikan. Kami ingin melihat dunia pendidikan bebas dari praktik pungli. Mari kita jaga ‘Aceh mulia’ dengan memastikan pendidikan Aceh bebas dari pungutan liar,” katanya.

Dian menegaskan pentingnya zona integritas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan. Menurutnya, masyarakat sudah lelah dengan janji-janji tanpa tindakan konkret.

“Oleh karena itu, kami mendorong setiap unit yang mengusulkan pembangunan zona integritas untuk benar-benar menjaga integritas, profesionalisme, dan keadilan dalam pelayanan mereka,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *