Banyak yang Salah Kaprah Soal Pendidikan bagi Perempuan di Afghanistan

  • Bagikan
Menteri Pertahanan (Menhan) Afghanistan Mullah Mohammad Yaqoob (Foto: Dhani/detikcom)

MITABERITA.com | Isu mengenai perempuan dan anak-anak di Afghanistan disorot dunia selepas Taliban memimpin negara itu. Dari sisi pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban menyebut persepsi itu salah kaprah.

Hal itu menjadi salah satu pokok pembahasan ketika Jusuf Kalla (JK) menyambangi langsung kantor salah satu tokoh disegani yaitu Mullah Mohammad Yaqoob yang kini menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) Afghanistan di Kabul. Yaqoob bukan orang sembarangan. Dia adalah putra sulung dari pendiri dan pemimpin pertama Taliban Mullah Omar.

JK hadir sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) bersama koleganya Hamid Awaludin, Sudirman Said, dan Husain Abdullah memenuhi undangan Pemerintah Afghanistan.

JK turut mengajak detikcom untuk melihat langsung seperti apa ibu kota Afghanistan ini setelah diambil alih oleh Taliban pada Agustus 2021.

“Sangat penting Bapak melihat keadaan asli Afghanistan karena banyak propaganda di lapangan. Silakan melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan,” ucap Yaqoob dalam pertemuannya dengan JK di kantornya di Kabul, Senin 3 Juni 2024.

“Di luar Afghanistan banyak yang terpecah belah pendapat bahwa Taliban antiperempuan. Itu salah kaprah karena kami ingin syariat Islam tetap dijalankan sehingga perempuan mengenakan hijab jadi semua bekerja secara Islami,” imbuh Yaqoob.

JK, yang sudah tiba di Kabul sejak Minggu (2/6), menyampaikan juga apa yang disaksikannya di mana ketika di bandara hingga di hotel, perempuan tidak dimarginalkan. Para perempuan dapat bekerja dan mendapatkan hak yang sama.

“Karena itu, di seluruh dunia, termasuk Indonesia, banyak bicara. Hanya soal sedikit saja, yaitu soal peranan perempuan. Misi kami menjelaskan ke masyarakat Indonesia bahwa di sini aman. Kami ingin Afghanistan membuka sekolah khusus perempuan, maka seluruh dunia akan melihat,” kata JK.

Yaqoob mengaku memahami hal itu. Untuk itu, dia berterima kasih pada JK yang hadir langsung melihat situasi di Kabul khususnya dan Afghanistan pada umumnya.

“Terkait pendidikan Afghanistan saya bisa katakan pendidikan tidak semua tutup di sini. Banyak madrasah dan pondok-pondok pesantren buka dan kami akan buka sekolah perempuan tapi kami izin untuk membuat kurikulum yang bagus dulu baru kami akan buka,” kata Yaqoob.

Dia juga mempersilakan JK dan rombongan untuk mengecek langsung ke kementerian terkait. Yaqoob turut memastikan kehidupan di Afghanistan saat ini aman-aman saja meski diserang propaganda di mana-mana.

“Tidak akan ada ancaman kepada siapapun. Kami sangat serius dan janji,” kata Yaqoob menegaskan.

Selama 2 hari di Kabul, rombongan JK menyaksikan di jalan-jalan banyak perempuan berlalu lalang tanpa adanya gangguan.

Ketika di bandara, para petugas imigrasi juga ada yang perempuan, pun di hotel juga resepsionisnya perempuan. Namun, selayaknya negara yang menganut syariat Islam, para pekerja perempuan ini enggan untuk berbicara lebih banyak dengan lawan jenis.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *