Sawang dan Muara Batu Menjadi Lokasi Program Sertifikat Gratis PTSL 2024

  • Bagikan
Sawang dan Muara Batu Menjadi Lokasi Program Sertifikat Gratis PTSL 2024. Foto: MITABERITA.com

MITABERITA.com | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara terus berkomitmen untuk memetakan dan mensertifikatkan seluruh bidang tanah di Kabupaten Aceh Utara.

Pada tahun 2024, Kabupaten Aceh Utara mendapatkan target sebanyak 6.700 sertifikat melalui kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Target ini tersebar di beberapa Gampong di Kecamatan Sawang, Lapang, Tanah Luas, Kuta Makmur, Nibong, Meurah Mulia, Muara Batu, Tanah Pasir, Syamtalira Aron, Banda Baro, Syamtalira Bayu, Samudera, dan Dewantara.

PTSL merupakan program pemerintah yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah secara gratis. Program ini memproses pendaftaran tanah untuk pertama kalinya, secara serentak, dan meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum terdaftar dalam suatu wilayah desa.

“PTSL terbuka untuk seluruh masyarakat yang memiliki bidang tanah di lokasi program tahun 2024,” kata Umar, Ketua Ajudikasi PTSL Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara, Rabu 8 Mei 2024.

Umar menambahkan bahwa PTSL adalah program serentak pemerintah yang memberikan jaminan kepastian hukum dan hak atas tanah milik masyarakat. Dengan memiliki sertifikat tanah, sengketa dan konflik pertanahan di kemudian hari dapat diminimalisir.

Pada tahun 2024, Kecamatan Sawang dan Kecamatan Muara Batu menjadi dua di antara beberapa kecamatan utama yang menjadi lokasi program PTSL.

Beberapa desa di Kecamatan Sawang yang menjadi fokus lokasi program antara lain Paya Gaboh, Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, Lagang, Paya Keumuneng, Tanjong Keumala, dan Ulee Geudong.

Sedangkan di Kecamatan Muara Batu, desa-desa yang menjadi fokus lokasi program PTSL antara lain Teupin Banja, Tumpok Beurandang, Kuala Dua, Meunasah Pinto, Panigah, Pinto Makmur, Paloh Awe, Reuleut Barat, dan Reuleut Timur.

Umar menjelaskan bila masyarakat yang memiliki bidang tanah di desa-desa tersebut dapat menghubungi perangkat desa setempat. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, mereka dapat menghubungi melalui media sosial atau langsung ke Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *