Polres Aceh Timur Tangkap Dua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak

  • Bagikan
Polres Aceh Timur Tangkap Dua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak. Foto: dok. Satreskrim Aceh Timur

MITABERITA.com | Satreskrim Polres Aceh Timur Polda Aceh berhasil menangkap dan mengamankan dua terduga pelaku tindak pidana pemerkosaan dan atau pelecehan seksual terhadap anak. Kedua pelaku diamankan pada waktu dan kasus yang berbeda.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur Iptu Muhammad Rizal, menyebut , kedua terduga pelaku masing-masing berinisial SY (19) warga Kabupaten Aceh Timur.

SY diamankan pada Senin 20 Mei 2024 dengan dugaan melakukan jarimah pemerkosaan dan atau pelecehan seksual terhadap korban yang masih berumur 13 tahun, yang juga warga Aceh Timur.

Kasatreskrim menjelaskan, korban NA dilecehkan pada 24 Desember 2023 lalu setelah diajak jalan-jalan malam bersama terduga pelaku SY.

“Setelah diajak jalan jalan, korban tidak diantar pulang ke rumahnya melainkan dibawa ke rumah SY. Disitulah perbuatan asusila dilakukan oleh SY terhadap korban,” ungkapnya, Selasa 21 Mei 2024.

Mantan Kapolsek Seruway Polres Aceh Tamiang itu menjelaskan, korban menceritakan kejadian yang dia alami kepada orangtuanya, keesokan harinya.

Ini korban yang tidak terima atas perlakuan SY terhadap anaknya, memilih membuat laporan ke SPKT Polres Aceh Timur. Terlapor dijemput polisi dan diamankan pada Senin 20 Mei kemarin.

“Atas perbuatannya SY dipersangkakan pasal 50 dan atau pasal 34 dan atau pasal 47 dan atau pasal 26 dan atau pasal 23 Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” kata Kasat Reskrim.

Sementara itu, terduga pelaku kedua berinisial AM (60), yang juga warga Aceh Timur, ditangkap anggota tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Timur dengan dugaan melakukan jarimah pemerkosaan dan atau pelecehan seksual terhadap anak berinisial 12 tahun pada 15 Februari 2021 lalu.

Muhammad Rizal mengatakan, dugaan pelecehan itu terungkap usai korban mengadu kepada ibunya. “Atas kejadian tersebut, orang tua korban membuat laporan ke SPKT Polres Aceh Timur,” kata Rizal.

Terlapor sempat menghilang usai mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi, namun akhirnya ditangkap di kampungnya.  Kini terduga pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Terhadap AM dipersangkakan Pasal 50 jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” demikian tutup Kasatreskrim.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *