Penganiayaan Brutal di Aceh, Warga Ulee Kareng Kehilangan Telinga Usai Dianiaya

  • Bagikan
Ilustrasi penganiayaan berat oleh dua pria. (KOMPAS.COM/ SHUTTERSTOCK)

MITABERITA.com | Peristiwa kekerasan yang mengejutkan terjadi di Aceh, dimana seorang warga Ulee Kareng, Muhammad Yudhi (36), menjadi korban brutal dari dua pria pada Ahad 12 Mei 2024.

Korban diserang pada dini hari. Akibat serangan tersebut, Yudhi terpaksa kehilangan kedua daun telinganya dan saat ini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh.

Peristiwa mengerikan ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan gunung Kompleks Perumahan Budha Tzu Chi, yang juga dikenal sebagai Perumahan Jacky Chan, Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, mengonfirmasi bahwa polisi telah berhasil menangkap dua pelaku, yakni SL (33) dan ML alias Simin (39), warga Gampong Neuheun.

Menurut penyelidikan polisi, motif dibalik penganiayaan ini diduga bermula dari masalah utang piutang antara korban dan pelaku.

Penganiayaan Brutal di Aceh, Warga Ulee Kareng Kehilangan Telinga Usai Dianiaya. Foto: dokumen polisi

Yudhi sebelumnya telah menggadaikan sebuah mobil kepada SL dan ML alias Simin dengan nilai pinjaman sebesar Rp 8 juta.

Namun, setelah mobil tersebut dikembalikan kepada pemiliknya, korban gagal membayar utangnya kepada pelaku, yang kemudian memicu kemarahan dan kekerasan fisik terhadap korban.

“Pemeriksaan lebih lanjut masih terus kita lakukan untuk menemukan titik terang terkait kasus ini,” kata Kompol Fadilah Aditya Pratama, Senin 13 Mei 2024.

Kasus ini menyoroti eskalasi kekerasan yang seringkali muncul dari sengketa utang piutang di masyarakat. Pihak berwenang diharapkan dapat menangani kasus ini dengan serius dan memberikan keadilan bagi korban agar keamanan dan kedamaian di masyarakat dapat dipertahankan.

Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelesaikan sengketa secara damai dan menghindari tindakan kekerasan yang merugikan semua pihak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *