Menteri Budi Arie: Inovasi dan Adaptasi Kunci Optimalkan Digitalisasi

  • Bagikan
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadid alam kunjungannya ke Kantor PT Ajaib Teknologi Indonesia (Ajaib) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 13 Mei 2024. (Foto: Biro Humas Kementerian Kominfo)

MITABERITA.com | Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan inovasi dan adaptasi merupakan kunci dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat di era digitalisasi.

“Tidak bisa teknologi dilawan kemajuannya, dihambat juga tidak bisa. Siapa yang mau menghadang kemajuan teknologi, karena itu kita harus optimis. Dan kata kuncinya akhirnya cuma dua kata: inovasi dan adaptasi,” kata Budi Arie.

Hal itu disampaikan dalam kunjungannya ke Kantor PT Ajaib Teknologi Indonesia (Ajaib) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 13 Mei 2024.

Menteri Budi Arie mencontohkan perkembangan cara berkomunikasi melalui pesan singkat dari era pager, SMS, hingga saat ini dengan aplikasi perpesanan instan.

Hal itu menunjukkan teknologi baru dapat mematikan penggunaan teknologi lama. Contoh lain adalah media sosial yang populer digunakan oleh masyarakat terus berganti setiap saat, platform e-commerce juga kini terancam oleh kehadiran sosial commerce.

“Semua mendisrupsi semua, nanti ada disrupsi, disrupsi lagi, karena itulah jangan cepat kagetan kalau orang di dunia teknologi,” ujarnya.

“Jadi semua serba digital, karena prinsip digital sesungguhnya semua serba cepat. Bikin KTP cepat, dulu sebulan sekarang sedetik jadi makanya digitalisasi itu mempercepat semua proses kehidupan ini,” ungkapnya.

Menurut Menteri Budi Arie, Indonesia juga menerapkan percepatan digitalisasi yang ditopang empat pilar yaitu: infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

“Yang terakhir ini yang penting adalah digital society. Bagaimana masyarakat digital ini juga harus kita siapkan,” tandasnya.

Menkominfo menilai, saat ini masyarakat Indonesia sudah cukup adaptif dalam menghadapi perubahan. Namun demikian, masih membutuhkan waktu lebih lama dari masyarakat di negara maju untuk beradaptasi.

“Tingkat adaptasi kita, negara Indonesia dari survei terakhir McKinsey agak lambat, Indonesia ini 6 bulan sampai satu tahun, dibandingkan negara Jerman dan Eropa satu bulan,” jelasnya.

Karena itu, Menkominfo menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat agar siap dalam menghadapi disrupsi teknologi berikutnya.

“Pembangunan kita percepat lah supaya semakin cepat beradaptasi, karena kuncinya dua hal tadi, inovasi dan adaptasi,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *