Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Melalui Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration

  • Bagikan
Ilustrasi layanan Kesehatan. Foto: google.com

Perkembangan di berbagai sektor kehidupan semakin pesat dan tidak terduga di era modern saat ini. Tidak hanya perkembangan yang terjadi dalam bidang teknologi dan informasi, dunia kesehatan juga mengalami perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu. Hal ini menuntut peningkatan pelayanan kesehatan baik di rumah sakit, puskesmas, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi para pemberi pelayanan di bidang kesehatan untuk terus memaksimalkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, untuk dapat menjalankan pelayanan kesehatan yang lebih baik serta mengatasi permasalahan yang kompleks dan sulit untuk dijalankan hanya dengan satu profesi saja, perlu dilakukan kegiatan berupa Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC). Bagi masyarakat awam, istilah tersebut mungkin kurang familiar, namun dalam dunia kesehatan, kedua aspek ini merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Keterlibatan berbagai profesi kesehatan seperti dokter, perawat, farmasis, ahli gizi, bidan, dan lainnya diperlukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien. Agar kedua hal ini bisa berjalan dengan baik dan terstruktur, setiap profesi kesehatan harus memiliki pengetahuan serta kemampuan kerjasama (teamwork) yang baik dalam melaksanakan kedua hal tersebut.

Interprofessional Education (IPE) merupakan suatu pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh dua atau lebih profesi kesehatan yang berbeda. Tujuan pelaksanaan IPE ini agar profesi kesehatan dapat meningkatkan kolaborasi serta kualitas pelayanan dalam semua aspek pembelajaran dengan harapan dapat menciptakan tenaga kesehatan yang profesional dan memiliki kemampuan yang mumpuni terutama dari segi kerjasama tim. IPE merupakan aspek penting dan juga sebagai kunci utama agar pelaksanaan interprofessional collaboration bisa berjalan dengan baik.

Sedangkan Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan suatu interaksi yang dilakukan oleh dua atau lebih profesional kesehatan yang berbeda terutama dalam aspek kerjasama dalam tim yang bertujuan untuk memberikan perawatan kesehatan yang komprehensif kepada pasien, terutama dalam hal pengambilan keputusan bersama serta waktu yang tepat dalam melakukan kerjasama dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Dalam IPC ini yang sangat perlu diperhatikan adalah bagaimana menerapkan kerjasama yang baik antar profesi yang berbeda. Dengan kata lain, tanpa adanya kerjasama yang baik maka IPC ini akan sulit untuk diterapkan.

Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan dua hal yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dari berbagai profesi. IPE diperlukan untuk mengasah kemampuan sebelum melaksanakan IPC, karena IPE merupakan proses pendidikan yang membantu tenaga kesehatan memperoleh keterampilan yang diperlukan. Dengan IPE yang baik, IPC dapat dilaksanakan dengan efektif. Penting bagi tenaga kesehatan untuk menahan ego mereka saat melaksanakan IPE dan IPC, karena tujuannya adalah untuk bekerja sama demi hasil yang lebih baik bagi pasien.

Setiap profesi dalam bidang kesehatan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta saling membutuhkan satu sama lain. Ego antarprofesi harus diredam, karena rumah sakit dan layanan kesehatan memerlukan kolaborasi lintas profesi untuk berjalan dengan baik. Rumah sakit sebagai pusat pelayanan pasien harus menangani berbagai kasus penyakit dengan tingkat keparahan yang berbeda setiap harinya. Meskipun setiap tenaga kesehatan memiliki tugas yang berbeda, kerjasama antarprofesi sangat penting untuk mencegah kelalaian dalam penanganan pasien.

Berdasarkan seruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang pada tahun 2010 sudah menerapkan pendidikan dan kolaboratif interprofesional dengan judul Framework For Action On Interprofessional Education And Collaborative Practice yang lahir setelah konsep Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC), maka setiap pemberi pelayanan kesehatan baik di tingkat Rumah Sakit maupun puskesmas harus mampu menerapkan IPE dan IPC tanpa terkecuali.

Di Indonesia, penerapan IPC sudah mulai berjalan dengan baik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saprodite Dian Sunarto dan Odit pada tahun 2023 yang berjudul “Penerapan Interprofessional Collaboration (IPC) dan Kepuasan Pelayanan di Ruang ICU RSUD IBU FATMAWATI SOEKARNO Kota Surakarta”, yang mengatakan bahwa pelaksanaan Interprofessional Collaboration (IPC) di ruang ICU RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta pada kategori kolaboratif. Hal ini dikarenakan kerjasama tim di ruang ICU dalam melayani pasien sudah terlaksana dengan baik.

Bagaimana penerapan IPE dan IPC di Provinsi Aceh?

Bentuk kerjasama antar profesi di Aceh sudah mulai tercermin pada tenaga kesehatan di Aceh. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan penerapan IPC di Aceh agar terlaksana dengan baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni, Nova Dian Lestari, Nurjannah, dan Dedi Syahrizal dengan judul “Praktik dan Kerjasama Tim Antar Profesional Pemberi Asuhan dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh” pada tahun 2021, menjelaskan bahwa kerja sama tim secara interprofessional belum efektif. PPA (Profesional Pemberi Asuhan) belum memahami konsep IPC dengan baik sehingga kerja sama tim lebih didominasi oleh profesi perawat dan dokter. Hal ini harus menjadi perhatian bersama terutama bagi semua profesional pemberi asuhan baik di Rumah Sakit atau puskesmas agar dapat menerapkan IPE dan IPC dengan lebih baik lagi.

Tenaga kesehatan, yang merupakan sumber daya utama dalam menjalankan pelayanan kesehatan, terus dituntut untuk melakukan upgrade ilmu dan pengetahuannya melalui Pendidikan dan Pelatihan, termasuk dengan Interprofesional Education (IPE). IPE merupakan metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis kelompok dengan latar belakang pendidikan kesehatan yang berbeda untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta saling menghormati dengan profesi profesional lainnya.

Sesuai amanah UU No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, fokus pelayanan kesehatan saat ini telah bergeser menjadi patient-centered care (pelayanan berpusat kepada pasien) yang sangat menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan pasien. Oleh karena itu, tim pelayanan kesehatan harus dapat menerapkan IPE dan IPC dengan baik agar dapat memenuhi tuntutan yang semakin tinggi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan memuaskan bagi pasien.

Penulis: Lini Purnamasari Panjaitan
(Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan pada Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *