Koordinasi Lintas Sektor di Aceh Membahas Kemajuan UMKM

  • Bagikan
Koordinasi Lintas Sektor di Aceh Membahas kemajuan UMKM. Foto: dokumen Markas Aceh

MITABERITA.com | Pemanfaatan teknologi digital telah menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing sektor ekonomi kreatif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di Indonesia. Mengikuti tren ini, Markas Aceh terus berupaya memajukan pelaku UMKM melalui kegiatan rutin Sekolah BETA.

Kegiatan kali ini, Sekolah BETA mengambil tema “Stakeholder Management & Collaboration Skill” dengan menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Plt Direktur Utama PT PEMA Aceh, Almer Hafis Sandy, dan Head of Regulatory and Government Affairs dari E Fishery, Luciana Dita Candra.

Koordinator Markas Aceh, Fauzan Febriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk membentuk kolaborasi antara jaringan dan relasi guna membangun pengaturan pemegang saham yang aktif dan produktif.

Narasumber dari E Fishery, Luciana Dita Candra, dalam sesi diskusi tersebut menyampaikan strategi dalam mengatasi persoalan menggaet investor serta cara menangani atau menaklukkan stakeholder atau pemegang saham. Menurutnya, langkah pertama adalah mengukur tingkat kepentingan bersama dengan memahami produk secara mendalam.

“Kita juga harus memahami analisis SWOT untuk menggaet stakeholder yang memiliki kualitas. Strategi yang perlu disiapkan dari berbagai peran yang terlibat serta mengenali potensi dari stakeholder tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Almer Hafis Sandy, sebagai pengusaha dan pimpinan BUMD Aceh, menekankan pentingnya peningkatan kualitas dalam dunia digitalisasi kepada generasi milenial dan Z. Menurutnya, Provinsi Aceh membutuhkan generasi muda yang mampu memberikan yang terbaik untuk kemajuan daerah ini.

“Untuk PT PEMA Aceh sendiri, kami sedang melakukan rekonduksi perusahaan, dan ke depan kami sangat membutuhkan anak muda Aceh sebagai Founder atau CEO berbagai anak perusahaan PT PEMA nantinya,” ungkap Almer Hafis Sandy.

Fauzan Febriansyah menambahkan bahwa Sekolah BETA terus digerakkan agar banyak inisiatif dan ide kreatif dari anak muda di Aceh dapat terbantu dengan dukungan jaringan, akses pendanaan, bantuan teknis, dan kolaborasi.

Dengan peluncuran program Sekolah BETA ini, diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku UMKM di Aceh.

“Nanti kita akan mengkolaborasikan dengan program-program yang lebih besar lagi. Jadi, yang sedang dibangun oleh Markas saat ini adalah memperkuat ekosistem startup di Aceh,” terang Fauzan.

Dengan adanya kolaborasi antara PT PEMA, E Fishery, dan Markas Aceh melalui Sekolah BETA, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengakselerasi digitalisasi pelaku UMKM di Aceh dan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *