Kematian Akibat DBD di RI Naik Nyaris 3 Kali Lipat

  • Bagikan
Ilustrasi nyamuk. Foto: Pixabay

MITABERITA.com | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi bahwa angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mengalami peningkatan hingga nyaris tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kelompok usia anak-anak menjadi yang paling rentan.

Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-17 tahun 2024, tercatat 88.593 kasus DBD, meningkat dari 28.579 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka kematian juga melonjak drastis, mencapai 621 jiwa dibandingkan dengan 209 kematian pada tahun sebelumnya.

Dalam konfirmasinya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap DBD karena imunitas mereka yang masih rendah.

“Anak-anak paling banyak dalam kasus kematian DBD karena imunitas anak belum sempurna. DBD ini merupakan infeksi virus,” ungkap dr. Nadia, kepada Detikcom, Ahad 12 Mei 2024.

Berikut adalah rincian proporsi kasus kematian DBD berdasarkan kelompok usia:

  • Usia kurang dari 1 tahun: 3,86 persen.
  • Usia 1-4 tahun: 13,53 persen.
  • Usia 5-14 tahun: 52,66 persen.
  • Usia 15-44 tahun: 22,22 persen.
  • Usia lebih dari 44 tahun: 7,73 persen.

Sementara itu, kasus DBD secara umum didominasi oleh kelompok usia 15-44 tahun dengan 42,95 persen. dr. Nadia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD dan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terutama menjelang musim hujan.

“Pokoknya kuncinya ada di pemberantasan sarang nyamuk dan jangan lupa 3M (menguras, menutup, mendaur ulang). Antisipasi terutama saat akan memasuki musim hujan,” tegasnya. Upaya bersama dari masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menangani peningkatan kasus DBD ini demi kesehatan dan keselamatan bersama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *