DPRK Aceh Besar Gelar Sidang Paripurna Istimewa Peringati HUT Kota Jantho

  • Bagikan
DPRK Aceh Besar Gelar Sidang Paripurna Istimewa Peringati HUT Kota Jantho. (FOTO: HUMAS DPRK ACEH BESAR)

MITABERITA.com | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar mengadakan sidang paripurna istimewa yang menggema dengan semangat kebangsaan, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Kota Jantho.

Acara yang berlangsung di Gedung DPRK Aceh Besar, Kota Jantho pada Jum’at (3/5/2024) tersebut menjadi momentum penting dalam sejarah Kota Jantho.

Sidang istimewa ini dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali dengan didampingi oleh Wakil Ketua DPRK Zulfikar Azis dan dihadiri oleh anggota DPRK.

Turut menghadiri acara ini adalah Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, dari Lanud SIM, Danyon Raider 117 Jantho, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para Camat se Aceh Besar.

Dalam kesempatan yang penuh makna ini, Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, mengungkapkan perjalanan bersejarah Ibukota Aceh Besar sejak tahun 1984 hingga 2024, yang telah melalui berbagai perubahan kepemimpinan dan kini genap berusia 40 tahun.

“Pada momen ulang tahun yang ke-40 ini, kami merayakan kematangan dan kedewasaan Ibukota Aceh Besar sejak perpindahannya dari Kota Banda Aceh ke Kota Jantho,” ungkapnya, merayakan pencapaian yang bersejarah bagi Kota Jantho.

Iskandar Ali juga menggarisbawahi dua catatan kritisnya dalam peringatan HUT Kota Jantho yang ke-40 ini, yakni terkait angka kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Dalam konteks Kota Jantho hingga Lambaro, kita harus bertanya pada diri sendiri sejauh mana upaya kita dalam mengurangi kemiskinan. Sudahkah kita mencapai Kuta Cot Glie, Samahani, atau Sibreh?” tanyanya, dengan harapan refleksi ini akan mendorong aksi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Selain itu, Iskandar Ali juga menyoroti pentingnya pencapaian target Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2024 dalam menekan angka kemiskinan sebesar 1 persen serta meningkatkan IPM.

“Pada tahun ini, dengan pencapaian APBK sesuai target, kami yakin dapat menurunkan angka kemiskinan sebesar lebih dari 1 persen dan pada saat yang sama meningkatkan IPM,” tambahnya, menegaskan komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam penutupannya, Ketua DPRK Aceh Besar menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor sebagai landasan utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kerja sama antarlembaga, baik eksekutif, legislatif, maupun lembaga lainnya, adalah kunci bagi kemajuan kita. Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat, kita akan mencapai tujuan bersama dalam membangun daerah kita,” ujarnya, menggugah semangat kolaborasi untuk mencapai cita-cita bersama. (Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *