BNN Ingin Hilangkan Stigma Kuliner Aceh Mengandung Ganja

  • Bagikan
Ilustrasi - Kuliner khas dari Aceh. (Foto: tangkapan layar YouTube)

MITABERITA.com | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mengambil langkah proaktif dalam menguji makanan yang diduga mengandung ganja.

Kolaborasi lembaga negara ini dilakukan dalam upaya menghapuskan stigma negatif yang melekat pada makanan khas Aceh, yang sudah lama beredar di kalangan masyarakat terutama para pendatang yang mencari untuk menikmati kelezatan kuliner Aceh.

Seperti disampaikan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah, menurutnya tujuan dari pengujian ini untuk menegaskan keaslian dan keamanan makanan yang disajikan di restoran-restoran yang ada di Tanah Serambi Mekkah.

“Kita kolaborasi bersama BPOM dan Kemenag untuk menguji menu makanan pada restoran,” ujar Marzuki kepada sejumlah awak media dalam sebuah diskusi ringan, di Banda Aceh, Rabu 15 Mei 2024.

Menurut Marzuki, pengujian terhadap bahan makanan tersebut akan dilakukan secara ketat saat restoran atau rumah makan mengajukan sertifikasi halal.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada para konsumen bahwa kelezatan kuliner Aceh yang mereka nikmati di Tanah Rencong betul-betul terbebas dari kontaminasi ganja atau zat-zat terlarang lainnya.

Kepala BNNP Aceh Marzuki Ali Basyah saat diskusi dengan awak media. Foto: MITABERITA.com/Hidayat

Marzuki juga menjelaskan, Aceh sangat terkenal dengan mitos tentang bahan makanan yang mengandung ganja, sehingga pihaknya berkomitmen untuk menghapus stigma tersebut.

Apalagi menjelang pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut pada September 2024 mendatang, di mana banyak orang dari luar daerah berkunjung ke Aceh khususnya para atlet yang selama ini menjaga tubuhnya dengannya agar tidak terkena zat-zat terlarang.

“Kalau ada makanan yang mengandung ganja dan dikonsumsi oleh atlet, kemudian saat diuji urine hasilnya positif, padahal mereka tidak mengkonsumsinya secara sadar, hal ini tentu merugikan mereka,” ujar Marzuki.

Dalam kesempatan tersebut, Marzuki juga mengungkap bahwa BNNP Aceh telah menemukan beberapa restoran yang diduga menggunakan bahan makanan yang terindikasi mengandung ganja.

Namun, Marzuki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengungkap jumlah pastinya, karena fokus utamanya adalah pada upaya penghapusan stigma tersebut sekaligus membina masyarakat agar tidak lagi menggunakan zat zat berbahaya seperti narkotika dan bahan kimia berbahaya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *