Benarkah Pelihara Kucing Bikin Wanita Susah Hamil? Ini Kata Pakar

  • Bagikan
Benarkah Pelihara Kucing Bikin Wanita Susah Hamil? Ini Kata Pakar. Foto: Ilustrasi kucing. Foto: Unsplash @michaelsum1228

MITABERITA.com | Kucing adalah hewan peliharaan favorit banyak orang. Baik anak-anak, orang dewasa, lansia, hingga wanita hamil bisa memelihara hewan tersebut.

Namun, di balik keimutan dari hewan satu ini, beberapa orang beranggapan memelihara kucing dapat menyebabkan mandul atau susah hamil pada wanita. Apakah hal tersebut benar?

Menurut Vella Rahmayani, Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, anggapan tersebut berkaitan dengan kucing sebagai hospes definitif toxoplasmosis.

“Hospes definitif toxoplasmosis mempunyai arti bahwa kucing adalah hewan beresiko tinggi menularkan infeksi. Sehingga bagi orang yang memelihara kucing akan memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi penyakit tersebut,” ujar Vella, dilansir Detikcom.

Kucing Bisa Tularkan Infeksi

Toksoplasmosis yang ditularkan oleh kucing bisa berupa feses. Penyakit pada kucing tersebut biasanya disebabkan oleh parasit protozoa golongan sporozoa spesies toxoplasma gondii.

Pada pasien yang memiliki respon imun normal, infeksi parasit ini tidak memunculkan gejala klinis. Akan tetapi, pada wanita hamil infeksi ini akan bersifat berat.

Ibu hamil yang terkena infeksi ini dapat mengalami kelahiran bayi prematur, keguguran, bayi lahir kuning, mikrosefalus, hidrosefalus, terjadinya abses, radang pada jaringan lokal, hingga kematian janin dalam kandungan bayi.

“Hal ini memicu terjadinya komplikasi toksoplasmosis, baik toksoplasmosis kongenital, toksoplasmosis okular, maupun toksoplasmosis serebral,” terang Vella.

Langkah Pencegahan Toksoplasmosis

Langkah pencegahan toksoplasmosis yang bisa dilakukan oleh wanita dimulai dari hal sederhana. Misalnya, rajin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas seperti memegang makanan, berkebun, dan lainnya.

Pastikan makanan yang akan dimakan dicuci terlebih dahulu, termasuk juga alat-alat memasaknya yang harus bersih. Selain itu, makanlah makanan yang sudah matang.

Vella mengimbau untuk tidak memelihara kucing bagi wanita hamil untuk mencegah penularan infeksi toksoplasmosis. Namun, jika memilih untuk memelihara kucing, pastikan kucing tersebut sering dirawat.

“Mengingat bahaya penyakit toxoplasmosis, maka bagi wanita hamil maupun pada pasien imunokompromais sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan kucing agar dapat meminimalisir risiko penularan penyakit tersebut,” pungkas Vella.

Dengan memahami risiko dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, wanita hamil dapat tetap menikmati kebersamaan dengan kucing kesayangannya tanpa mengkhawatirkan kesehatan diri dan janin yang dikandung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *