Azhari Vinca Rosea: Kandidat Paling Populer untuk Walikota Lhokseumawe

  • Bagikan
H. Azhari atau Azhari Vinca Rosea. Foto: Mitaberita

MITABERITA.com | Menjelang pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan pada November 2024, calon potensial untuk posisi walikota di Lhokseumawe mulai muncul ke publik.

Di sepanjang jalan Medan-Banda Aceh, terpampang spanduk dan baliho yang menampilkan berbagai calon yang ingin maju, menandakan dimulainya musim pemilihan yang akan segera tiba.

Di antara para kontestan tersebut; Sayuti Abu Bakar, seorang pengacara terkemuka yang berbasis di Jakarta, dan Zarkasyi, yang dikenal secara lokal sebagai Keuchik Zarkasyi, seorang pengusaha sukses dari Muara Satu.

Namun, satu nama yang mencuat di antara yang lain –Azhari, juga dikenal sebagai Bang Azhari Vinca Rosea, seorang pengusaha sukses dan tokoh politik.

Para kontestan lainnya termasuk H. Fatani, M. Yasir (seorang politisi dari PA), Azhar Mahmud (politisi Partai Nasdem), dan dr. Purnama dari Kabupaten Bireuen.

Dari para kandidat tersebut, H. Azhari atau Azhari Vinca Rosea, semakin mendapat perhatian sebagai kontestan serius untuk ajang pemilihan walikota 2024 di Lhokseumawe.

Kehadirannya ditandai dengan berbagai spanduk dan baliho yang tersebar luas, serta kampanye media sosial yang kuat di platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube, yang telah menarik perhatian publik secara signifikan dari waktu ke waktu.

Azhari, yang telah merumuskan misi yang berpusat pada “5 T” – mempromosikan shalat berjamaah, menghapuskan kemaksiatan, mengatasi pengangguran dan kemiskinan, serta menekan inflasi —bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kota menjadi 5 triliun dengan menerapkan inisiatif-inisiatif tersebut.

“Insha Allah, dengan menerapkan 5 T ini, pendapatan kota akan mencapai 5 triliun,” ungkap Azhari dengan keyakinan kepada wartawan, Kamis 30 Mei 2024.

Selain itu, ia telah merancang strategi pemenangan dengan membentuk koordinator di setiap kecamatan dengan setidaknya 10 anggota, serta mendirikan sub-koordinator di 58 desa dan cabang di 259 dusun, masing-masing terdiri dari setidaknya 200 anggota tim.

“Kami akan memastikan bahwa semua 52.520 tim di tingkat kecamatan, desa, dan dusun memiliki data lengkap, termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan tempat pemungutan suara. Tim-tim ini akan diarahkan dan dimobilisasi ke tempat pemungutan suara masing-masing pada hari pemilihan,” jelasnya.

Azhari menekankan bahwa posisi walikota hanyalah batu loncatan menuju transformasi Lhokseumawe menjadi kota yang makmur yang dikenal dengan pembangunan tepi pantai, sering kali disamakan dengan “Small Dubai,” di bawah visi “Petro Dinar with a Waterfront City.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *