Deah Glumpang, KBN Ke-20 yang Dilaunching Kapolresta Banda Aceh

  • Bagikan
Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli saat melaunching Kampung Bebas Narkoba. Foto: dok. MITABERITA

MITABERITA.com | Nyaris seluruh kecamatan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh memiliki Kampung Bebas Narkoba (KBN). Artinya, masyarakat Banda Aceh antusias mencegah dan memberantas peredaran narkoba agar tidak masuk ke gampong (desa) mereka.

Pada Jumat pagi 19 April 2024, Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli kembali melaunching Kampung Bebas Narkoba ke 20 yaitu Gampong Deah Glumpang Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Banda Aceh Fahmi Irwan Ramli mengatakan, keseriusan warga dalam menghalau penyalahgunaan narkotika sudah hampir 100% di wilayah hukum Polresta.

“Keseriusan warga dalam menghalau penyalahgunaan narkotika, baik dalam menyediakan, menggunakan, maupun memperjual belikan, sudah terlihat, dimana dengan launching Kampung Bebas Narkoba ini, antusias warga mulai dari anak – anak hingga orang tua hadir dalam kegiatan ini untuk mengetahui apa itu Kampung Bebas Narkoba,” ungkapnya.

Fahmi mengatakan, dirinya senang melihat anak-anak generasi muda Banda Aceh yang jauh dari pengaruh buruk narkoba. Apalagi, pada saat pembukaan acara yaitu pembacaan ayat suci Alquran serta shalawat badar, dipimpin oleh anak-anaknya.

“Mari kita semua menjaga anak-anak generasi kita ini. Bagaimana kita menyiapkan anak-anak kita ini menjadi lebih baik, untuk memimpin dimasa yang akan datang, dia akan menjadi Camat Meuraxa, bahkan bisa diantara mereka menjadi Wali Kota Banda Aceh,” katanya.

Mantan Kabid Propam Polda Aceh itu mengharapkan semua pihak berkontribusi untuk menjaga generasi emas Aceh. Ia mengajak semua yang hadir pada acara itu untuk berdoa agar Allah melindungi generasi Banda Aceh sehingga terhindar dari pengaruh buruk narkoba.

“Agar terhindar dari masalah yang dapat merusak fundamental bangsa, yang menjadi salah satu faktornya adalah penyalahgunaan narkoba, tentunya kewajiban kita bersama tidak bisa hanya dibebankan kepada Polisi, tidak hanya bisa dibebankan sama BNN, tidak hanya bisa dibebankan kepada salah satu stakeholder saja, tetapi ini semuanya harus terlibat bersama-sama,” ajaknya.

Ia berharap launching Kampung Bebas Narkoba membuat semua pihak khususnya para tokoh masyarakat untuk lebih peduli terhadap keadaan gampong, agar tidak ada peredaran barang haram tersebut.

“Itulah kenapa kita selenggarakan Launching kampung bebas narkoba ini, jadi di Gampong Deah Glumpang bersama-sama kampung bebas narkoba lainnya, untuk Gampong Deah Glumpang sendiri ini adalah kampung yang ke-20 dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kecamatan Meuraxa salah satu kecamatan yang berada di pesisir pantai. Karena itu ia mengimbau keuchik dan Panglima Laot, menjaga jangan ada warga atau nelayan yang terlibat didalam peredaran narkoba.

“Jadi jangan sampai ada warga di Kecamatan Meuraxa dan khususnya di Gampong Deah Glumpang, yang terlibat dalam peredaran narkoba, jangan hanya berpikir sesaat, tapi yang harus dipikirkan bagaimana kita melindungi anak-anak kita,” kata Kapolresta.

“Konsepnya adalah dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat, karena ini penting, bagaimana kita menjaga generasi kita nanti untuk menjadi generasi emas 2045 mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Keuchik Deah Glumpang, Donny Erwin menyampaikan bahwa cara mengatasi penyalahgunaan narkotika di gampong terbaru, pihaknya membina remaja dan pemuda untuk dekat dengan masjid dan berbagai aktivitas keagamaan maupun olahraga.

“Kami terus menggiatkan kegiatan para remaja, pemuda, dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti pengajian rutin, dalael khairat dan juga aktivitas berolahraga,” ungkapnya.

Sedangkan Pj Wali Kota Banda Aceh melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekdako Banda Aceh, Iskandar, mengucapkan terima kasih kepada warga dan Polresta Banda Aceh yang selalu bersama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Sebagaimana pentingnya kita dalam rangka menjaga daerah kita ini, agar bisa bebas dari peredaran narkoba, masalah narkoba ini bukan cuma masalah kita saja, tetapi sudah menjadi masalah internasional, perdagangannya juga sudah melibatkan semua sektor, masuk ke dalam semua sektor, dan harus kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Iskandar.

Ia mengajak semua elemen bersatu memberantas narkoba. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa narkoba hanya menguntungkan bandar dan merusak sebuah bangsa bahkan negara.

“Tujuannya tidak ada lain, yang pertama keuntungan kepada mereka yang memproduksi dan menjualnya, yang kedua ingin menghancurkan bangsa kita ke depan supaya kita tidak kuat, kalau misalnya kita tidak kuat, maka akan mudah dihancurkan oleh negara-negara lain,” ucapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *