Akademisi Apresiasi Presiden Jokowi Mau Lanjutkan Pembangunan Jalan Tol Sigli-Langsa

  • Bagikan
Akademisi USK Dr Amri SE MSi yang juga Pengamat Ekonomi. Foto: dok. Pribadi

MITABERITA.com | Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Dr Amri SE MSi mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melanjutkan kembali proyek pembangunan jalan tol Sigli-Langsa.

Menurutnya, sudah 79 tahun Indonesia merdeka, di Aceh belum ada infrastruktur dasar ekonomi yang memadai. Baru kali ini atau tahun 2024 baru mau akan dibangun infrastruktur dasar ekonomi yaitu jalan tol.

“Semua orang yakin dan percaya bahwa Aceh masih berada pada tingkat kemiskinan tertinggi se-Sumatera dengan angka 14.75%. Begitu juga dengan tingkat pengangguran tertinggi se-Sumatera, serta pertumbuhan Ekonomi terendah se-Sumatera,” kata Dr Amri, di Banda Aceh, Kamis 18 April 2024.

Pengamat Ekonomi dan Bisnis itu menuturkan, setelah diteliti secara seksama ternyata infrastuktur dasar ekonomi belum memadai di Aceh. Itu pula yang menjadi bagian dari sebab laju ekonomi Aceh sangat lambat.

Dengan terjadi percepatan pembangunan jalan tol Sigli-Langsa, kata Dr Amri, diharapkan ke depan bisa mendatang investor besar dan para investor kecil dan mempercepat berkembangnya kegiatan ekonomi dan aktivitas bisnis di Bumi Serambi Mekah.

“Memang benar Aceh memerlukan perbaikan infrastruktur dasar ekonomi lainnya. Seperti memasukkan kembali pembangunan irigasi dalam proyek Strategis Nasional, dan pembangunan pelabuhan serta pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” jelasnya.

Mantan Sekretaris Magister Management Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala itu meyakini, dengan selesainya pembagunan infrastruktur dasar ekonomi, pasti akan mendatangkan investor, yang bermuara pada menggeliatnya kegiatan ekonomi dan aktivitas bisnis.

“Hidupnya kegiatan ekonomi dan aktivitas bisnis diyakini akan terjadi multiflier effect bagi masyarakat kecil di seluruh Provinsi Aceh. Kalau terjadi maka lapangan kerja akan tercipta, tingkat pengangguran akan berkurang, dan angka kemiskinan akan turun drastis,” tegasnya.

“Pada ujungnya kesejahteraan masyarakat akan terwujud. Ini sesuai dengan tujuan hidup berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam Pancasila dan UUD dasar 1945,” tambahnya.

“Ayo bangun Nusantara mulai dari Pintu Barat Indonesia. Provinsi Aceh sejahtera Indonesia jadi Negara Maju, Developed Country atau yang disebut dengan Indonesia Emas,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *