Harga Beras Meroket Nyaris 20% Jelang Ramadhan

  • Bagikan
Deputi Statistik Produksi, M. Habibullah. (YouTube/BPS Statistics)

MITABERITA.com | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras pada bulan Februari 2024 sudah mencapai 19,28% secara tahunan.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah mengatakan, kenaikan harga beras terjadi di semua rantai distribusi.

“Harga beras di tingkat eceran mengalami kenaikan 5,28% secara month to month (bulanan) dan naik 19,28% secara year on year (tahunan),” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah dalam keterangan pers, Jumat 1 Maret 2024.

Dia memaparkan, harga gabah kering panen (GKP) pada bulan Februari 2024 mengalami kenaikan 27,14% secara tahunan dan 4,86% secara bulanan.

Sementara harga gabah kering giling sudah melonjak 33,48% secara tahunan dan 6,13% secara bulanan.

Sejalan dengan itu, harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran pun mengalami kenaikan.

Di penggilingan, harga beras sudah melonjak 24,65% secara tahunan, di tingkat grosir naik 20,08%, dan di tingkat eceran naik 19,28%.

“Sebagai catatan, harga tersebut adalah rata-rata harga beras mencakup berbagai jenis dan kualitas beras dan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Habibullah.

Di sisi lain, BPS mencatat, inflasi Indonesia tercatat sebesar 0,37% secara bulanan pada Februari 2024. Inflasi bulan Februari ini dipicu oleh bahan makanan dan minuman.

Habibullah menjabarkan, beras memberikan andil terbesar dalam inflasi bulan Februari, yakni 0,21%. Kemudian, ada komoditas cabai merah dengan andil 0,09%, telur ayam 0,04% dan daging ayam 0,02%.

Dari catatan BPS, inflasi komoditas beras pada Februari mengalami inflasi 5,32% dengan andil 0,21%. Komoditas ini memberikan andil terbesar secara bulanan dan tahunan.

“Secara umum kenaikan beras di 37 Provinsi, sedangkan di satu provinsi lainnya turun,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *