Mengejutkan! Pengamat Militer dan Intelijen Sebut Jokowi Berpotensi Khianati Prabowo

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Menhan Prabowo Subianto di dalam pesawat Super Hercules di pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu 24 Januari 2024. (Foto: BPMI Setpres)

MITABERITA.com | Sebuah video beredar luas di media sosial berisi ungkapan dari Pengamat Militer dan Intelijen, Connie Rahakundini Bakrie yang menyebut adanya potensi pengkhianatan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Connie mengatakan bakal ada upaya dari Jokowi untuk mengkhianati Prabowo agar Gibran Rakabuming Raka bisa menjadi presiden menggantikan Prabowo Subianto.

Terlihat dalam video tersebut, awalnya Connie mengungkap bahwa dirinya terkejut karena diminta oleh Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Roeslani untuk bergabung dalam mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Pasalnya, Rosan menyebut jika kubu nomor urut 2 menang, Prabowo hanya diberi kesempatan untuk menjabat selama dua tahun. Connie pun menjelaskan kronologi permintaan itu, seperti dikutip Inilah.com, dari akun media X/Twitter, @Jangkaru911.

Dalam video berdurasi 1.30 detik tersebut, Connie membeberkan dirinya enggan menerima tawaran Rosan, sebab dia adalah akademisi yang harus bersikap netral dalam Pemilu.

“Saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama?,” ujar Connie dikutip dari video tersebut, Ahad  11 Februari 2024.

Menurut penuturan Connie, Rosan kemudian menjelaskan rencana kubu nomor 2 jika berhasil memenangkan Pilpres 2024.

Prabowo tidak akan menuntaskan tugasnya sebagai kepala negara sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi.

“Jadi rencananya dua tahun, tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran,” tutur wanita berambut pendek yang mengenakan baju hitam tersebut.

Connie mengaku sangat kaget saat mendengar pernyataan tersebut. Lantas, dia pun mempertanyakan apakah mungkin Jokowi dapat menepati perjanjian tersebut melihat jejak politiknya yang justru dianggap menusuk dari belakang PDIP.

“Kalau saya jadi Gibran atau Pak Jokowi, saya matiin (Prabowo) besok. Kalau dia bisa mengkhianati Ibu Megawati Soekarnoputri dengan segala perjuangan yang menjadikan dia ada di istana sampai dua kali, ada jadi gubernur Jakarta, ada jadi wali kota, apa bedanya dia (Jokowi) bisa bunuh Pak Prabowo di tengah jalan?” kata Connie.

Connie pun mengaku semakin yakin bahwa Menteri Pertahanan Jokowi itu hanya menjadi alat politik Jokowi untuk tetap berkuasa. Oleh karenanya, ia pun enggan bergabung dengan kubu 02.

“Makanya statement saya kan jadi kuat, bahwa Pak Prabowo itu digunakan, bahwa Gibran itu memberatkan. Itu kan bahasa-bahasa saya dan saya of course saya bilang sama Pak rosan, saya enggak mungkin ada di sana (TKN),” tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *