KPK Periksa Sejumlah Pejabat Terkait Anggaran APD Covid-19

  • Bagikan
Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Inilah.com)

MITABERITA.com | Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Budi Sylvana dicecar tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pos anggaran proyek Alat Pelindung Diri (APD) yang diduga berbau rasuah.

Turut diperiksa sebagai saksi dalam proyek itu, Kepala Seksi Evaluasi dan Harmonisasi Kebijakan Fasilitas Pertambangan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Pius Rahardjo.

“Kedua saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain kaitan hitungan pos dan besaran anggaran dalam pengadaan APD di Kemenkes,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Senin 12 Februari 2024.

Sebelumnya Budi dan Pius telah diperiksa pada Rabu 7 Februari 2024 pekan lalu atas kasus yang sama yang diduga jadi proyek bancakan sejumlah oknum.

“Termasuk dugaan aliran uang yang dinikmati berbagai pihak dari pengadaan tersebut,” pungkas Ali, dilansir Inilah.com, Senin 12 Februari 2024.

Diketahui, nilai kontrak proyek beraroma rasuah itu sebesar Rp3,03 triliun dengan rincian lima juta per set APD. Sejauh ini, kerugian negara mencapai Rp625 miliar.

Berdasarkan sumber Inilah.com, pihak yang dicegah untuk kalangan ASN yaitu mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Budi Sylvana yang saat ini menjabat Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dan mantan Sekretaris Utama BNPB Harmensyah yang saat ini menjabat Widyaiswara Ahli Utama BNPB.

Sedangkan pihak tiga pihak lainnya yaitu Satrio Wibowo (swasta), Ahmad Taufik (swasta), dan A Isdar Yusuf (advokat).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *