Rakyat Aceh Diminta Jeli Sebelum Pilih Caleg pada 14 Februari 2024

  • Bagikan
Pengamat Politik Usman Lamreung. Foto: dok. Pribadi

MITABERITA.com | Pengamat Politik Usman Lamreung kembali mengomentari tentang Pemilu 2024, yang menurutnya menjadi momen penting untuk mengubah kondisi dan nasib rakyat Aceh lima tahun ke depan.

Usman Lamreung mengatakan, hari pencoblosan tinggal sebulan lagi. Rakyat Aceh diminta harus jeli dan melihat dengan benar mana calon anggota DPR baik DPR RI, DPR Aceh, DPRK maupun DPD yang pantas untuk dipilih pada Pileg 2024.

“Jangan sampai kecewa lima tahun ke depan, rakyat Aceh sudah harus mengevaluasi secara menyeluruh 81 anggota DPRA periode 2019-2024 yang sudah 4 tahun lebih duduk sebagai anggota dewan yang terhormat,” ujarnya, Rabu 17 Januari 2024.

Menurut Usman Lamreung, rakyat Aceh dari masing-masing dapil sudah harus mengevaluasi track record para wakil rakyat selama di DPRA, apakah selama 4 tahun mereka sudah benar-benar menyuarakan aspirasi, harapan-harapan, dan janji politik saat pemilu 2019 yang lalu.

“Dengan tiga tugas dan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan, apakah selama 4 tahun lebih, 81 anggota DPRA tersebut benar-benar menjalankan peran dan fungsinya untuk kepentingan rakyat sesuai janji politiknya? Sepak terjang kinerja dewan terhormat yang sudah hampir purna tugas ini bisa dilihat dan dievaluasi pemilih sesuai rekam jejak dari pemberitaan berbagai media,” katanya.

Dia menjelaskan, sisi pengawasan salah satu tugas penting dewan sepertinya tidak berjalan baik atau masih sangat lemah.  “Kita tidak melihat dewan melakukan evaluasi hasil realisasi RPJM masa Gubernur Nova Iriansyah dan Rencana Kerja Jangka Pendek dibawah pemerintahan Pj Gubernur Aceh, bagaimana sudah implementasi, output dan outcamya program pembangunan kepentingan kesejahteraan rakyat Aceh,” ungkapnya.

Dia menyinggung pengawasan dewan dari sisi program penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja. Bukan itu saja, Usman Lamreung juga menyinggung dana Otsus yang dianggap juga luput pengawasan sehingga banyak program yang dijalankan tidak berbanding dengan peningkatan Pendapatan Asli Aceh.

“Pendapatan Asli Aceh dari sisi kebijakan dan program pembangunan tidak mampu mendongkrak pendapatan daerah, malah gagal seperti Kawasan Industri Ladong yang tidak menghasilkan apa-apa, termasuk belum ada investor,” tuturnya.

Usman Lamreung menilai dari 81 DPRA terkesan dalam berbagai isu yang berkembang di publik sangat kurang respon kecuali saat membahas anggaran bersama Pemerintah Aceh khususnya soal dana pokir.

“Maka sudah sepantasnya rakyat sebagai pemilih sesuai dapilnya masing-masing mengevaluasi incumben, apakah mereka masih tetap dipilih atau memilih caleg-caleg baru dengan gagasan baru dan mampu menjalankan amanah untuk kepentingan pemilih,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *