Pengamat Ekonomi: Pulo Aceh Bisa Berkembang tapi Ada Syaratnya

  • Bagikan
Pengamat Ekonomi Dr Amri. Foto: Nawacita

MITABERITA.com | Pulo Aceh sebagai salah satu pulau yang berada di kepulauan terluar di ujung barat Indonesia kerap menarik perhatian masyarakat di daratan karena keindahan alamnya yang masih asri dan dihuni oleh masyarakatnya yang sangat humanis.

Namun sayang, bagi sebagian kalangan menganggap Pulo Aceh masih sebagai tempat terisolir yang kurang mendapat perhatian pemerintah. Maklum saja, kunjungan wisatawan ke Pulo Aceh masih sangat minim walaupun pulau yang masuk dalam kategori daerah 3T itu menawarkan berbagai keunggulan pada sektor pariwisata dengan sejumlah objek wisata yang mengesankan bagi wisatawan.

Hal itu menarik perhatian Dr Amri, Pengamat Ekonomi yang juga Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Menurut Doktor bidang ekonomi dan bisnis tersebut, untuk memajukan Pulo Aceh butuh kepedulian dan perhatian serius dari pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Menurut saya, jika kita ingin Pulo Aceh maju, maka harus dilihat dulu secara menyeluruh apa potensi yang mungkin dikembangkan di sana, baik dari sektor pertanian, kelautan maupun sektor pariwisata,” ujarnya menanggapi pertanyaan Wartawan MITABERITA.com, di Banda Aceh, Kamis 18 Januari 2024.

Dr Amri mengatakan bahwa potensi perikanan dan pariwisata Pulo Aceh paling penting dan harus diperhatikan. “Khususnya untuk sektor pariwisata, ini sektor paling potensial yang harus dikembangkan. Berarti harus memperhatikan dulu bagaimana akses transportasinya, karena akses menjadi sangat penting untuk pengembangan sektor pariwisata,” tuturnya.

Jika sektor pariwisata Pulo Aceh berkembang, lanjut Dr Amri, maka akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat. “Terutama ke objek wisata yang dianggap dapat menarik kunjungan wisatawan, seperti yang paling terkenal di Pulo Aceh itu kan menara Mercusuar Willem’s Torrent III peninggalan Belanda yang terletak di Pulau Breueh,” katanya.

Dr Amri kemudian menyarankan kepada Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar agar memperhatikan akses transportasi Pulo Aceh, sehingga wisatawan akan lebih mudah mengunjungi Pulo Aceh untuk bisa melihat langsung objek wisata di pulau tersebut.

“Saya optimis, jika Pemerintah serius menggarap pariwisata Pulo Aceh, maka Pulo Aceh ke depan menjadi sumber pendapatan baru bagi Aceh khususnya Aceh Besar. Taraf ekonomi masyarakat setempat juga akan meningkat ketika sudah banyak wisatawan berkunjung, karena akan berputar roda ekonomi. Dengan begitu, masyarakat Pulo Aceh juga bisa berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Tanah Serambi Mekkah,” tegasnya.

Selain itu, Pengamat Ekonomi tersebut juga mendorong masyarakat Pulo Aceh mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang begitu cepat. “Jika nanti Pulo Aceh mulai dibangun, ia berharap putra putri Pulo Aceh bisa berperan aktif dan terlibat langsung dalam berbagai pengambilan kebijakan, sehingga tidak ada istilah “Buya Krueng teudong-dong Buya tamong meuraseuki”. Warga Pulo Aceh harus mempersiapkan diri dari sekarang menyongsong kemajuan itu,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *