Heboh Rute Pelayaran Segitiga tanpa Pulau Breuh, Begini Tanggapan Pj Bupati Aceh Besar

  • Bagikan
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto. Foto: Ist/Net

MITABERITA.com | Sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kecamatan Pulo Aceh, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) iswangoFery Indonesia bersama Pemerintah Aceh Besar merilis rute pelayaran baru berupa rute segitiga Pelabuhan Ulee Lheue – Balohan – Lamteng.

Rute tersebut akan beroperasi tahun ini. Jika sudah aktif, ke depan wisatawan dari daratan Banda Aceh dan Sabang sudah bisa mengunjungi dan menikmati keindahan Pulo Aceh, tapi ASDP bersama Pemkab Aceh Besar hanya merilis rute ke satu pulau saja di Pulo Aceh yaitu ke pelabuhan Lamteng, Pulau Nasi.

Sementara untuk rute pelayaran ke pelabuhan Ulee Paya atau Seurapong, Pulau Breuh ternyata tidak masuk dalam rute pelayaran kapal penyeberangan tahun 2024. Seperti dalam rilis yang dikutip MITABERITA.com, Kamis 18 Januari 2024, ASDP bersama Pemkab Aceh Besar tidak memasukkan rute pelayaran ke Pulau Breuh.

“Nantinya, para wisatawan atau pelancong bisa menikmati pesona wisata di Pulo Nasi, yang terintegrasi dengan segitiga pelancongan, Banda Aceh-Pulo Aceh dan Sabang. Atau mereka lebih dulu ke Sabang berlanjut ke Pulau Nasi dan kemudian ke Banda Aceh. Sehingga tidak stagnan di satu lokasi, namun berpindah lokasi wisata dengan panorama laut dan alam yang eksotis,” kata Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh Besar, Azhari, Rabu 17 Januari 2024.

Nah, tidak masuknya Pulau Breuh sebagai bagian dari rute pelayaran kapal tersebut membuat masyarakat Pulau Breuh resah dan merasa dianaktirikan oleh Pemerintah. Sejumlah masyarakat menghubungi Wartawan MITABERITA.com dan meminta agar pers mempertanyakan kepada pemerintah mengapa Pulau Breuh tida masuk dalam rute pelayaran KMP Papuyu untuk tahun 2024.

Padahal, menurut masyarakat Pulau Breuh, tahun tahun sebelumnya KMP Papuyu selalu masuk ke Pulau Breuh, yang membuat masyarakat setempat sangat dimudahkan untuk akses transportasi laut pulang-pergi Banda Aceh – Pulo Aceh terutama bagi para pedagang yang membawa banyak belanjaan dari Banda Aceh.

“Tolong tanyakan kepada pihak ASDP atau Pak Bupati Aceh Besar, mengapa Pulau Breuh tidak dianggap, kita ini ada dua pulau, jangan sampai kita tidak dianggap,” kata salah seorang warga dalam percakapannya dengan Wartawan MITABERITA.com, via aplikasi WhatsApp.

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto yang diminta tanggapannya terkait keresahan dan permintaan masyarakat Pulau Breuh, menanggapi dengan serius dan mengatakan, dirinya selaku orang nomor satu di Aceh Besar akan mengupayakan rute ke Pulau Breuh juga bisa ditingkatkan dari sebelumnya.

Muhammad Iswanto juga berharap dukungan masyarakat dan semua pemangku kepentingan agar bisa mewujudkan satu rute lagi ke Pulau Breuh. “Sudah ada dalam catatan kita. Insyaallah kita akan berusaha dengan berbagai cara untuk memperkuat jalur satu lagi,” ungkap Iswanto.

Iswanto yang selama kepemimpinannya kerap menghadirkan berbagai kebijakan yang pro terhadap masyarakat kecil, tetap akan berusaha memenuhi keinginan masyarakat, yang berharap rute pelayaran tidak hanya ke Pulau Nasi.

Namun begitu, ia mengaku masih harus berkomunikasi lagi dengan pihak terkait. “Karena tentu harus terus kita bangun komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Aceh serta ASDP,” kata Iswanto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *