Cak Imin Singgung Ijazah Palsu di Debat Cawapres

  • Bagikan
Gibran Rakabuming Raka saat mengenakan jaket berlambang klan Uzumaki Naruto. (Foto: Screenshot YouTube KPU)

MITABERITA.com | Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyindir Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming yang menggunakan istilah teknis dalam debat keempat Pilpres 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, GBK, Jakarta Pusat, Ahad malam 21 Januari 2024.

Cak Imin menjelaskan etika itu merupakan rujukan untuk banyak hal. Bukan hanya etika lingkungan, tetapi juga etika dalam forum debat.

“Jangan-jangan kalau tebak-tebakan definisi di sini, kita ini levelnya SD, SMP, atau jangan-jangan ijazah kita palsu semua di sini,” kata Cak Imin.

“Ini yang mengagetkan, jadi kalau tebak-tebakan bukan di sini levelnya, di sini adalah kebijakan kita untuk memimpin negara,” lanjut dia.

Prinsipnya, kata Cak Imin, semua kebijakan yang dibuat harus berdasarkan etika. Salah satunya menyangkut tambang sumber daya alam.

“Kita intinya adalah keseimbangan antara meletakan manusia dengan alam. Keseimbangan ini tidak bisa ditawar-tawar, agar pembangunan kita berkelanjutan tidak ada satu pun yang tertinggal,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan dengan kebijakan berdasarkan etika akan menghadirkan  produksi tambang yang baik.

“Bahkan yang lebih parah lagi tidak mempertimbangkan lingkungan dan keberlanjutan masa depan,” tegasnya.

Gibran kembali menggunakan singkatan dalam pertanyaannya di debat keempat cawapres 2024. Kali ini, Gibran menggunakan singkatan LFP alias Lithium-Ferro Phospate saat bertanya ke Cak Imin.

“Paslon nomor 1 dan tim suksesnya sering menggaungkan LFP, Lithium-Ferro Phospate. Paslon 1 ini anti nikel atau bagaimana?” ujar Gibran.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *