Masyarakat Aceh Harus Bersatu, Bukannya Terpecah Belah karena Rohingnya

  • Bagikan
Gerakan Pemuda Islam mengajak masyarakat Aceh tidak terpecah belah karena Rohingya. Foto: Ist

MITABERITA.com | Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat Aceh terlibat pro kontra terkait imigran Rohingya yang terus berdatangan ke Aceh.

Ribuan etnis Rohingya mendarat di Tanah Serambi Mekkah sejak November. Sudah 9 kapal yang mendarat di pesisir Aceh dengan jumlah pengungsi mencapai 1.543 orang.

Wakil Ketua GPI Aceh Besar Rezal Irwandi, SH menilai perihal pengungsi Rohingya harus ditanggapi dengan cepat dan tepat dengan mencarikan solusi terbaik agar tidak membuat masyarakat menjadi semakin risih.

Ada banyak pro dan kontra dalam menanggapi persoalan etnis Rohingya, sehingga terjadinya perselisihan di kalangan masyarakat Aceh saat ini.

Rezal menilai adanya kelalaian dan ketidak tanggapan pihak keamanan dalam menjaga perbatasan wilayah, sehingga pengungsi Rohingya ini bebas masuk ke Indonesia.

Dan kebijakan dari pemerintah juga masih sangat ambigu sehingga sampai saat ini masyarakat bertanya-tanya harus mengadu kemana terkait perihal ini

“Seharusnya pemerintah dan pihak keamanan mengantisipasi perihal etnis Rohingya yang dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Karena ini bukan kali pertamanya Rohingya masuk ke Indonesia, tapi tercatat sudah sejak tahun 2011. Perlu adanya peningkatan pengawasan di wilayah teritorial, jangan nanti ini menjadi bumerang dan menjadi tolak ukur lemahnya keamanan Indonesia,” kata Rezal.

Di mengatakan, saat ini masih banyak asumsi penyebab Rohingya masuk ke Indonesia. Antara lain karena adanya diskriminasi budaya dari negara asalnya Myanmar sehingga mereka ingin meminta perlindungan di Indonesia.

Rezal berharap kepada Pemerintah, pihak keamanan dan masyarakat harus saling bergandengan tangan mencari solusi untuk menghadapi Masalah itu.

“Jangan saling menyalahkan sehingga tidak terjadi perselisihan dan bisa menawarkan solusi yang terbaik. Kita semua baik dari kalangan masyarakat, pemerintah dan pihak keamanan sama-sama mengawasi dan bekerjasama supaya kejadian yang serupa tidak berulang terus-menerus. Dan kita juga harus sama-sama mencari solusi bagaimana menyikapi para pengungsi Rohingya yang saat ini mengungsi di Aceh,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *