Bahaya Narkoba dan Judi Online, Picu Stress, Depresi hingga Bunuh Diri

  • Bagikan
Sosialisasi bahaya narkoba dan judi online. Foto: MC Aceh Besar

MITABERITA.com | Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Besar menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan judi online, yang diikuti puluhan pemuda di Aula Hotel Hijrah, Senin 11 Desember 2023.

Asisten II Setdakab Aceh Besar M Ali mewakili Pj Bupati Muhammad Iswanto menyampaikan materi terkait upaya pemerintah dalam mengatasi maraknya judi online.

M Ali mengatakan, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih telah menjadi candu dan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan.

Namun, di sisi lain ada hal-hal yang perlu diperhatikan karena ada dampau negatif bagi masyarakat, salah satunya judi online.

“Praktik judi secara online dapat dilakukan dimana pun tanpa sembunyi-sembunyi, berbeda dengan zaman dulu. Judi sangat mudah diakses lewat smartphone oleh anak-anak sekalipun,” katanya.

Dia mengatakan, judi harus dicegah termasuk judi online, apalagi ada konsekuwensi hukum yang akan diterima pada pelaku. Hal itu bisa mengancam masa depan, kerugian finansial dan merusak kesehatan mental.

Menurutnya, judi online juga dapat memicu stress, depresi, bahkan bisa bunuh diri. Selain itu juga dapat terciptanya krisis moral dan terganggunya hubungan sosial.

“Maka untuk itu, cegahlah sejak dini karena akan sangat merugikan diri sendiri, keluarga bahkan dapat merusak hubungan sosial,” imbuh M Ali.

Untuk menghindari judi, ia mengharapkan generasi muda lebih banyak menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan serta memperbanyak ilmu agama bagi diri sendiri dan keluarga.

“Banyak-banyaklah menanamkan nilai-nilai agama pada diri sendiri dan keluarga, agar jauh dari perilaku yang tidak diharapkan, baik judi online dan lain sebagainya,” harapnya.

Asisten II juga menjelaskan beberapa hal yang dapat menpengaruhi anak muda terlibat dalam judi online, antara lain diawali dari coba-coba sehingga menjadi kecanduan, malas bekerja dan pengangguran juga dapat menjerumuskan, serta akibat pemakaian smartphone yang terlalu bebas.

“Untuk itu, pemerintah mengambil langkah preventif dan represif dalam upaya pencegahan dan mengatasi maraknya judi online ini dengan melibatkan banyak pihak mulai MPU hingga pendekatan dengan pemuda,” ujarnya.

Langkah preventif dilakukan melalui sosialisasi, pendekatan dan pembinaan. Sementara langkah represif melalui penerapan Qanun Jinayat Aceh dengan pelaksanaan uqubat cambuk kepada pelaku judi online untuk membuat efek jera dan menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Sementara itu, Kadisparpora Aceh Besar Abdullah mengatakan peserta kegiatan diikuti oleh kalangan pemuda dari utusan organisasi yang ada dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

“Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari, mulai 10 sampai dengan 12 Desember 2023, yang diisi oleh Pemateri yang berkompeten di bidangnya, antara lain Pj Bupati Aceh Besar, Kapolres, Kajari, Ketua DPRK, Kadis Kesehatan, Akademisi, BNN dan Organisasi Ikatan Keluarga Anti Narkoba,” sebutnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *