Tim Peneliti Mahkamah Agung ke Aceh Kumpulkan Data Terkait Hukum Ekonomi Syariah

  • Bagikan
Tim peneliti dari Mahkamah Agung berkunjung ke Aceh untuk kumpulkan data terkait Hukum Ekonomi Syariah. (Foto: Dok Mahkamah Syariah Jantho)

MITA | Hakim, Panitera dan Sekretaris beserta aparatur Mahkamah Syar’iyah Jantho lainnya menyambut kedatangan Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan (Puslitbang Kumdil) Mahkamah Agung RI, di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Jum’at 11 Agustus 2023.

Tim peneliti yang diketuai Dr Khoirul  Anwar itu bertujuan melaksanakan audiensi, wawancara dan pengumpulan data dalam rangka menyusun naskah akademik “Penyempurnaan Kompilasi Hukum Ekonomi Syar’iyah (KHES)”.

Kedatangan Tim Peneliti merupakan kunjungan ke 4 setelah sebelum melakukan kunjungan ke Mahkamah Syar’iyah Aceh, Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dan Mahkamah Syar’iyah Sigli.

Tim tersebut terdiri dari Dr. Hj. Ernida Basry, SH., MH., (Hakim Tinggi pada Puslitbang Kumdil MA RI); Dr. H. Nurul Huda, SH., MH., (Hakim Tinggi pada Puslitbang Kumdil MA RI); Dr. H. Khoirul Anwar, S.Ag., MH., (Hakim Yustisial pada Puskitbang Kumdil MA RI); Dr. H. Nasich Salam Suharto, Lc. LL.M. (Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngamprah Bandung Jawa Barat); Dr. Muhammad Redha Valevi, SHI., MH., (Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho); Yusnardi, SHI., MH., (Ketua Mahkamah Syar’iyah Sabang); Magdalena, S.Kom., M.B.A. Achmad Pratomo, SH., dan Dwyko Romadhony, SH. 

Ketua Tim Peneliti, dalam sambutannya menyampaikan audiensi, wawancara dan pengumpulan data bertujuan untuk memperkaya khazanah dan norma hukum yang akan tertuang di dalam Naskah Akademik KHES.

Kedatangan Tim Peneliti ke Satuan Kerja di Wilayah Mahkamah Syar’iyah di Aceh dianggap sangat penting karena Aceh merupakan provinsi yang berbasis Hukum Syariah dan masyarakat Aceh juga menerapkan Hukum Syariah dalam kehidupan sehari-hari, seperti kegiatan jual beli berbasis syariah dan perbankan syariah.

Tim Peneliti dalam pengumpulan data sangat mengharapkan mendengar dari sumber sekunder di Satuan Kerja wilayah  Mahkamah Syar’iyah Aceh, salah satunya Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Bapak Dr. Muhammad Redha Valevi, SHI, MH.

Muhammad Redha Valevi menyampaikan, masyarakat Aceh telah mengenal dan mengimplementasikan kegiatan ekonomi syariah dengan istilah Gala dan Mawah. Gala adalah praktik ekonomi dalam bentuk gadai, sedangkan Mawah adalah praktik ekonomi bagi hasil antara pemilik modal dan pengelola. Muhammad Redha Valevi mengharapkan Gala dan Mawah itu dapat diakomodir dalam penyempurnaan KHES ke depan. 

Peneliti Utama Dr. Nasich Salam Suharto, Lc., LL.M. menyampaikan kunjungan Tim Peniliti sangat mengapresiasi masukan serta saran dari sumber di Mahkamah Syar’iyah Jantho, sehingga menambah Khazanah Hukum-Hukum Syar’iyah dalam menyusun Naskah Akademik KHES.

Ia pun menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas sambutan yang luar biasa oleh aparatur Mahkamah Syar’iyah Jantho kepada Tim Peniliti. Kunjungan ini menjadi kunjungan terakhir Tim Peniliti di satuan kerja Mahkmah Syar’iyah di Wilayah Aceh sebelum bertolak Ke Jakarta.

Dr. Khoirul  Anwar, S.Ag., M.H. Selaku koordinator tim menyatakan, peraturan Mahkamah Agung Republik indonesia Nomor 2 tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah telah sangat lama, sehingga memerlukan perubahan demi kesempurnaan, mengingat sistem ekonomi syariah berkembang dan berjalan sangat pesat, terutama di Aceh yang menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 Tahun 2018.

“Untuk itu KHES yang akan direvisi nanti menjadi pegangan hakim ke depan dalam mengadili perkara-perkara sengketa ekonomi syariah” ungkapnya saat menutup pertemuan tersebut. (Ril)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *