Siswa Disabilitas SLB TNCC Ikut Berpartisipasi dalam Pawai Budaya

  • Bagikan
Siswa disabilitas dari sekolah luar biasa SLB TNCC Banda Aceh ikut terlibat dalam pawai budaya. Foto: for MITABERITA.com

MITA | Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh kembali melakukan program pengembangan dan pemberdayaan siswa dalam bentuk pelibatan siswa istimewa di kegiatan pawai budaya tahun ini.

Berbekal persiapan yang singkat namun dukungan orangtua sangat antusias sehingga banyak siswa yang diikutsertakan dengan beragam baju adat, seperti pakaian adat Aceh, Jawa, Padang, Papua dan Gayo serta profesi seperti chef, guru, pilot, dokter, perawat, tentara dan ustadz.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 19 Agustus 2023 itu diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai sekolah dari jenjang SD sampai SMA di Kota Banda Aceh. Kegiatan itu seperti biasanya berlangsung sangat meriah.

Adapun rute pawai di tahun ini dimulai dari lokasi lapangan Blang Padang-Museum Tsunami-Pendopo Gubernur-Kodim-Masjid Raya-Pasar Aceh dan kembali ke Blang Padang.

Eva Yulita sebagai Koordinator Lapangan  mengatakan acara ini diikuti sekitar 60 orang yang terdiri atas siswa dan pendamping, baik guru, tenaga pendidikan serta orangtua murid.

Seragam merah putih menjadi tanda pasukan SLB TNCC yang membawa para siswa istimewa. Mereka sangat semangat sejak awal perjalanan dan kembali ke rute awal dalam barisan yang tertib.

Ria Hidayati, selaku Kepala Sekolah yang juga ikut serta sepanjang pawai budaya ini menyampaikan bahwa ini adalah kegiatan pawai perdana untuk siswa SLB TNCC, sehingga sangat antusias baik dalam persiapan maupun pelaksanaannya.

“Penting sekali mengikutsertakan siswa istimewa dalam pawai budaya ini sebagai bentuk pembelajaran dari pengalaman baru dan langsung terjun ke lapangan. Selama ini siswa dikenalkan beragam budaya melalui pelajaran PPKN dan senang sekali hari ini bisa langsung melihat beragam budaya di lokasi acara pada hari ini” ujarnya. 

“Besar harapan di tahun berikutnya siswa SLB TNCC lebih banyak yang berpartisipasi bahkan jika memungkinkan dapat melibatkan orangtua dengan seragam profesi yang semakin beragam agar kekompakan antar warga sekolah semakin kuat,” sambungnya.

Selain itu terlibatnya lebih banyak SLB lainnya yang bisa ikut sangat diharapkan. “Sehingga siswa istimewa semakin diakui oleh masyarakat karena terus diikutsertakan dalam kegiatan sosial budaya seperti ini. Dirgayahu Republik indonesia ke 78,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *