Bahayakan Masyarakat, Gas Oplosan Beredar di Banda Aceh

  • Bagikan
Ombudsman RI perwakilan Aceh bersama Pertamina dan Dinas ESDM melakukan sidak. Foto: Dok. Ombudsman RI

MITA | Ombudsman RI mengungkap adanya gas oplosan yang beredar di Banda Aceh. Hal itu diungkap Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh, Dian Rubianty saat melakukan sidak ke pangkalan elpiji bersama PT. Pertamina Regional Aceh dan Dinas ESDM Aceh, di Gampong Laksana.

Karena itu, Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh mengimbau warga berhati-hati karena gas oplosan tersebut dianggap bisa membahayakan masyarakat.

“Kita meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terkait isu beredarnya elpiji oplosan 12 Kg di Aceh dan menindak tegas setiap oknum yang terlibat dalam penyelewengan,” ujar Dian, saat dikonfirmasi media ini, Jumat malam 4 Agustus 2023.

Menurutnya, selain merugikan pemerintah sebagai regulator, peredaran gas elpiji oplosan sangat berbahaya bagi masyarakat yang menggunakannya, karena tidak ada jaminan pengisian dilakukan dengan standar yang telah ditetapkan.

“Awalnya Kita sidak pangkalan elpiji di Gampong Laksana ini untuk melihat apakah ada kelangkaan elpiji 3 Kg. Di pangkalan ini ternyata tidak ada. Namun, kita temukan masalah lain, isu beredarnya elpiji 12 Kg oplosan yang merugikan pemerintah dan membahayakan masyarakat, karena kita tidak tahu apakah sesuai standar atau tidak,” jelasnya.

Kepala Ombudsman juga mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan harga murah elpiji 12 Kg. Selain itu, warga diminta melapor ke pihak berwajib jika menemukan indikasi pengoplosan.

“Mohon masyarakat tidak hanya melihat manfaat ekonomis sesaat, tapi mempertimbangkan mudharatnya juga. Keselamatan harus diutamakan,” tegasnya.

Dian juga mendorong Pemerintah Aceh melalui Dinas ESDM Aceh terus melakukan sosialisasi agar PNS dan masyarakat yang mampu segera beralih dari penggunaan elpiji 3 Kg Subsidi ke elpiji non subsidi.

“Masih ada PNS dan masyarakat mampu yang menggunakan elpiji subsidi 3 Kg. Kita meminta Pemerintah melalui Dinas ESDM Aceh terus melakukan sosialisasi agar program subsidi elpiji 3 Kg ini tepat jumlah dan tepat sasaran. Masyarakat juga dapat berpartisipasi. Jika menemukan masalah, bisa melapor ke pelayanan Call Center Pertamina 135,” tutupnya.

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *