Upaya Pemerintah Aceh dan BI Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

  • Bagikan
Kegiatan FGD dengan tema “Kolaborasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Aceh” dalam rangkaian Festival Meuseuraya 2023 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Foto: Biro Adpim Setda Aceh

MITA | Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, menyelenggarakan kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema “Kolaborasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Aceh” dalam rangkaian Festival Meuseuraya 2023, di Hermes Hotel, Selasa 18 Juli 2023.

Kegiatan tersebut bertujuan menindaklanjuti saran kebijakan yang disampaikan Bank Indonesia Perwakilan Aceh kepada Pemerintah Aceh dalam bentuk Blueprint dan Roadmap Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Aceh.

Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Amirullah, menyebutkan sejumlah kesepakatan para pemangku kebijakan yang mengikuti diskusi itu. Diantaranya, meningkatkan pembiayaan zakat pada usaha sektor produktif yang akan dikawal oleh Baitul Mal dan Kemenag.

“Kemudian kita juga menyepakati sejumlah stakeholder seperti UIN Ar-Raniry, MPU, OJK dan Pemerintah Aceh akan membentuk lembaga penerima wakaf tunai (BWA) dengan nazir tersertifikasi,” kata Amirullah.

Dia menjelaskan, peningkatan pembiayaan dan pendampingan untuk UMKM juga menjadi perhatian semua stakeholder dalam diskusi tersebut. Program ini akan menjadi tanggung jawab lembaga keuangan di Aceh.

Adapun Peserta FGD yang hadir yaitu Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh, Perwakilan Perbankan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan, Bappeda Aceh, Dewan Syariah Aceh, Biro Perekonomian Setda, Dinas Koperasi dan UKM Aceh.

Hadir juga perwakilan dari Dinas Syariah Islam Aceh, Baitul Mal Aceh, Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Kanwil Kementerian Agama, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, dan Masyarakat Ekonomi Syariah Aceh. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *