Kronologi Kaburnya Napi Bandar Sabu Menurut Kalapas Idi

  • Bagikan
Lapas Kelas IIB Idi. (Foto: beritamerdeka.net)

MITA | Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Idi, Kabupaten Aceh Timur, Irhamuddin menjelaskan kronologi kaburnya narapidana (napi) bandar narkoba, Usman Sulaiman.

Kepada media, Kalapas Idi itu mengatakan, napi narkoba yang juga bekas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Bireuen itu kabur saat menjalani perawatan usai operasi di Rumah Sakit Zubir Mahmud, Idi.

“Memang benar Subuh pagi tadi telah terjadi pelarian satu orang WBP Lapas kelas IIB Idi, Usman Sulaiman kasus Narkotika yang sedang menjalani rawat inap di RSUD Zubir Mahmud, pelarian itu dilakukannya usai menjalani operasi tumor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud Aceh Timur,” sebut Kalapas.

Awalnya, kata Irham, pada 31 Mei 2023 lalu sekira pukul 17.30 WIB, napi itu dibawa ke RSU Zubir Mahmud untuk dilakukan upaya pemulihan penyakit tumor yang sedang di deritanya dengan melakukan tindakan untuk segera menjalani operasi.

Bos sabu yang ditangkap bersama 25 kg barang bukti itu tiba di Instalasi Unit Gawat Darurat (IGD) RS Zubir Mahmud pada pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya baru menjalani operasi pada pukul 12.00 WIB.

Dia menjelaskan, sejak awal dari lapas hingga ke rumah sakit, Usman Sulaiman dikawal ketat oleh 5 petugas lapas hingga selesai operasi.

Bru pada pukul 4 pasca menjalani operasi tumor, petugas lapas melakukan penjagaan secara bergantian dengan dua orang petugas dan bergantian setiap 4 jam sekali sampai dengan hari Sabtu pagi sekira pukul 04.00 WIB.

Tepatnya pada pukul 05.40 WIB, ketika salah seorang petugas melakukan sholat subuh di mushala RSUD Zubir Mahmud, satu petugas lainnya tetap berjaga.

“Setelah Petugas tiba di ruangan rawat inap usai melaksanakan sholat fardhu subuh, warga binaan meminta tolong agar di bukakan borgol lantaran mau buang air besar ke toilet ruang rawat inap,” katanya.

Petugas yang menjaga terus menunggu dan mengawasi Usman dari sofa di dalam ruangan rawat inap. Karena terlalu lama di kamar mandi, petugas pun memeriksa.

Saat diperiksa, ternyata warga binaan tersebut sudah tidak berada di dalam toilet dengan berhasil melarikan diri dari ruang rawat inap kamar Arafah 5 RSUD Zubir Mahmud.

Kemudian para petugas melakukan pencarian di sekitar ruang kamar rawat inap serta menyisir seluruh area RSUD Zubir Mahmud, tapi mereka tidak mendapati jejak Usman.

“Kami pun langsung melaporkan kejadian ini kepada pimpinan dan juga langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Timur untuk bersama jajaran petugas Lapas Kelas IIB Idi melakukan pencarian WBP US yang melarikan diri,” katanya.

Menurut Irham, kaburnya napi yang sedang menjalani masa hukuman karena terbukti sebagai bandar sabu itu, merupakan resiko yang harus ditanggung pihaknya selaku petugas Lapas.

“Kami sudah menjalankan tugas sesuai Standard Operasional Prosedur serta mengingat demi kemanusiaan dan tanggung jawab terhadap kesehatan para WBP justru malah kami yang menanggung akibat dari perbuatan WBP tersebut,” imbuhnya.

Penulis: Hidayat

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *