Kader Muda Seudang Harus Teruskan Perjuangan Politik dan Diplomasi MoU Helsinki

  • Bagikan
Pelantikan pengurus DPW Muda Seudang Kabupaten Aceh Utara. Foto: Dokumen DPP Muda Seudang.

MITA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang Aceh melantik Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Kabupaten Aceh Utara, di Hotel Lido Graha, Sabtu malam 27 Mei 2023.

Acara tersebut dipimpin oleh Panglima Komite Pemuda Aceh (KPA) wilayah Samudera Pasee, Abu Bakar A. Latif, yang akrab disapa Abu Len. 

Ketua Umum Muda Seudang DPP Aceh, Agam Nur Muhajir S.IP dalam sambutannya dihadapan para petinggi DPW PA Aceh Utara menyampaikan, hadirnya Muda Seudang sebagai estafet perjuangan dalam politik dan diplomasi, menjadi garda terdepan dalam mengawal kekhususan dan keistimewaan Aceh. 

“Dengan adanya DPW Muda Seudang Aceh Utara, semoga kader-kader berkualitas lahir dan kembali meneruskan perjuangan diplomasi MoU Helsinki, dan terus bisa mengawasi berjalannya Undang-Undang Nomor  11 Tahun 2006,” harapnya.

Agam mengatakan, melalui wadah ini seluruh kader Muda Seudang Aceh dapat belajar politik sekaligus menuangkan ide-ide dan gagasan untuk kepentingan masyarakat Aceh.

“Kami harapkan kepada Ketua DPW Muda Seudang Aceh Utara, Jadidan agar dapat memberi informasi serta mengajak pemuda pemudi, untuk mengenal dan memperjuangkan MoU Helsinki yang telah dituangkan dalam UUPA dan diharapkan dapat mewarnai perjalanan Partai Aceh di Aceh Utara,” kata Agam.

Pada kesempatan itu, Agam menjelaskan simbol Bulan Bintang Rencong mata Pena lahir atas gagasan seorang pemikir dari Pasee yaitu Aduen Sarjeev.

Simbol Rencong Mata Pena disebut sebagai gagasan nyata perjuangan sekarang menjadi perjuangan diplomasi untuk mengadvokasi keadilan Bangsa Aceh. 

Kata Agak, hal itu juga tidak lepas dari wasiat almarhum Panglima GAM Tengku Abdullah Syafi’i bahwa masa telah berubah, strategi perang militer telah ketinggalan zaman.

Sekarang saatnya Bangsa Aceh harus berjuang di jalan diplomasi secara mendunia. Muda Seudang diharapkan menjadi wadah Partai Aceh untuk terus membentuk kader dengan ideologi semangat perjuangan.

“Kita Bangsa Aceh pasti tau, bagaimana perjuangan Wali Nanggroe Tgk Hasan di Tiro sebagai diplomat, kami berharap para pemikir ini lahir kembali sehingga Aceh kembali di puncak sejahtera, revolusi pemikiran merupakan hal jangka panjang, dan kesetiaan terhadap Bangsa Aceh merupakan kuncinya,” tandasnya.

(Ril)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *