Sulthan Alfaraby: Dana Otsus Belum Optimal Dirasakan Masyarakat

  • Bagikan
Sulthan Alfaraby. Foto: Ist

MITA | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pemuda Cinta Aceh (DP PCA), Sulthan Alfaraby menyebut Aceh hari ini perlu berbenah dari berbagai sektor.

“Aceh harus bangkit dari berbagai sektor, dimulai dari sektor pendidikan, optimalisasi SDM yang tersedia, kita dukung UMKM masyarakat agar mampu bersaing dan juga tentunya problem kesehatan yang perlu kita kawal bersama,” katanya.

Hal itu disampaikan Sulthan saat menjadi pemateri dalam diskusi interaktif ke-Aceh-an dengan tema “Mengatasi Krisis Dialektika Kebangsaan; Kearifan Masa Lalu dan Kejayaan Masa Depan”, Sabtu 1 April 2023.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, yang dipelopori oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Sultan mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti itu, karena dinilai menjadi wadah positif bagi mahasiswa.

“Selain meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu strategis di Aceh, juga dapat meningkatkan inovasi pemikiran pemuda terhadap masa yang akan datang,” ujarnya, Senin 3 April 2023.

Mantan aktivis pergerakan Aceh tersebut juga mengungkapkan, saat ini kemiskinan di Aceh juga menjadi masalah serius yang harus dituntaskan. Menurut Sulthan, Tanah Rencong hari ini masih terbelenggu kemiskinan parah.

“Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh bertambah 11,7 ribu orang pada September 2022. Hal ini menjadi PR bersama untuk kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sulthan Alfaraby mengingatkan elit-elit di Aceh untuk serius dan berkomitmen membangun Aceh ke arah yang lebih baik, termasuk membangun pabrik-pabrik.

“Kita tidak ingin lagi jika Aceh masih impor telur dari luar, garam dari luar, dan kebutuhan sejenis. Semua ini harus diproduksi di Aceh guna memenuhi kebutuhan masyarakat lokal,” imbuhnya.

Dia pun menyinggung perihal dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang hari ini disebutnya belum optimal dirasakan masyarakat Aceh.

“Otsus juga hari ini kita rasa belum optimal dirasakan masyarakat. Tingginya angka kemiskinan dan juga Silpa besar tahun sebelumnya adalah bukti bahwa kita semua harus benar-benar lebih serius untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik di tengah ekonomi global yang sedang tidak menentu,” pungkasnya.

Sumber: PENAPOST.ID

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *