Seorang Kepala Desa Traktir Ratusan Anak Yatim Pakai Uang Hasil Sewa Tanah Kas Desa

  • Bagikan
Seorang kepala desa traktir anak yatim pakai uang hasil sewa tanah kas desa. (Foto: Merdeka.com)

MITA | Jelang lebaran, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat untuk membeli baju baru. Namun tidak semua anak beruntung bisa berkesempatan membeli baju baru jelang lebaran.

Kondisi ini yang mendorong seorang kepala desa di Jember untuk mentraktir seluruh anak yatim di desa yang dia pimpin untuk membeli baju baru.

Kamiludin, Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember bahkan sampai menyewa tiga bus untuk mengangkut 112 anak yatim pergi berbelanja di pusat Kota Jember. Desa Sidomulyo sendiri terletak di pelosok Jember bagian Utara yang memiliki kontur kawasan pegunungan atau dataran tinggi.

“Karena saya sendiri kan alumni anak yatim. Jadi agar di hari Lebaran nanti, mereka tidak nelangsa gitu. Kita ajak belanja ke mal. Biar mereka juga bisa merasakan masuk mal,” ujar Kamiludin di sela-sela menemani anak yatim berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kawasan pusat kota Jember, Sabtu (15/4).

Total ada 112 anak yatim warga Desa Sidomulyo yang ikut merasakan ditraktir beli baju baru oleh sang kades. “Semuanya tanpa terkecuali,” ujarnya.

Setiap anak mendapat jatah belanja sebanyak Rp500 ribu. “Kira-kira cukuplah untuk tiga setel baju,” tutur salah satu kades termuda di Jember ini.

Mengajak anak yatim untuk belanja baju baru merupakan salah satu program Kamiludin sejak terpilih menjadi Kades Sidomulyo sekitar 2 tahun yang lalu. Program tersebut berasal dari hasil penyewaan tanah kas Desa Sidomulyo yang mencapai 10,5 hektare.

“Kita sudah berkomitmen hasil penyewaan tanah kas desa, 100 persen digunakan untuk kepentingan warga Desa Sidomulyo. Dan tahun 2023 ini, Alhamdulillah hasil penyewaan tanah kas desa kami mencapai Rp212 juta,” ujar pria usia 30 tahun ini.

Anak yatim yang diajak beli baju Lebaran ini berumur mulai dari 0 hingga 15 tahun.

“Saya percaya anak yatim bisa menjadi wasilah (perantara) untuk kemajuan desa kami,” sambung Kamiludin.

Selain program beli baju Lebaran untuk anak yatim, Pemdes Desa Sidomulyo juga punya 2 program lain yang pembiayaannya berasal dari penyewaan tanah kas desa.

“Kita ada tabungan pendidikan untuk anak usia PAUD hingga SMA. Lalu juga ada bantuan modal usaha untuk semua usia di Desa Sidomulyo. Alhamdulillah kita juga sudah punya koperasi desa,” pungkas Kamiludin.

Ratusan anak yatim tersebut nampak antusias saat diajak berbelanja baju Lebaran di mal. Maklum, sebagai warga di desa yang cukup jauh dari pusat kota, tidak setiap saat mereka bisa masuk mal.

“Alhamdulillah senang bisa beli baju baru. Saya beli jaket, sepatu dan kemeja,” ujar Ika, anak yatim yang ikut dalam program pemdes Sidomulyo itu.

Ini menjadi pengalaman kedua bagi Ika yang merupakan seorang yatim piatu, dibelikan baju baru. Tahun lalu, ia juga ikut program yang sama dari sang kades.

Sumber : Merdeka

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *