Ada Chip Berbahaya, Pengguna Android Harus Hati-hati

  • Bagikan
Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

MITA | Penggunaan Hp, baik Apple maupun Android, ternyata berpotensi memata-matai pengguna. Sebagai alternatif pribadi, beberapa orang yang paham teknologi memasang versi Android bebas Google di smartphone mereka.

Netrokey menganalisis “jalan pintas” tersebut salah satunya ditempuh oleh Sony Xperia XA2. Namun, cara ini ternyata tidak cukup melindungi.

Karena perangkat dengan firmware di bawah sistem operasi mengirimkan informasi pribadi ke pembuat chip Qualcomm. Temuan ini juga berlaku untuk smartphone lain dengan chip Qualcomm seperti Fairphone.

Menurut website Nitrokey, alat pengawasan dan pelacakan Google ada di mana-mana, tetapi sebagian besar ‘kejahatan’ ini terletak di dalam toko aplikasi Google Play Store, yang merupakan sumber tertutup.

Jutaan baris kode mampu memindai aktivitas pengguna menggunakan sinyal WiFi. Lalu, mereka mencocokkan antena WiFi yang terlihat dengan database Google dari semua lokasi geografis di semua titik akses WiFi yang dikumpulkan untuk mengetahui dengan tepat lokasi setiap saat.

Ini semua berfungsi tanpa terhubung ke jaringan WiFi yang terdeteksi dan bahkan saat GPS Anda dimatikan. Metode ini mirip dengan cara CIA melacak Pablo Escobar pada 1990-an, tetapi sekarang digunakan dalam skala besar untuk melacak setiap warga negara di seluruh dunia.

Untuk menyingkirkan Google dan Apple pelacakan yang sangat kuat serta alat pelacakan dan pengawasan 24 jamnya, salah satu pendekatannya adalah dengan menggunakan ponsel Android de-Google.

Ponsel Android de-Google adalah ponsel yang telah dimodifikasi untuk tidak menyertakan aplikasi atau layanan milik Google apa pun.

Ini biasanya melibatkan pemasangan ROM khusus yang menggantikan perangkat lunak Android standar dengan Android sumber terbuka yang tidak disertakan dengan aplikasi Google apa pun.

Akibatnya, ponsel de-Google Anda tidak akan memiliki Layanan Google Play dan Google Play Store tetapi akan menggunakan aplikasi toko sumber terbuka alternatif yang menawarkan aplikasi yang sama.

Anda juga dapat menghindari penggunaan toko aplikasi sama sekali dengan mengunduh aplikasi sendiri dengan ekstensi file APK langsung dari situs web vendor perangkat lunak.

Ini seperti yang Anda lakukan saat mengunduh program untuk dipasang di PC Anda.

Sumber: CNBCIndonesia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *