Polisi Gerebek Geng Narkoba, Belasan Orang Tewas

  • Bagikan
Bentrokan polisi dan geng narkoba. (Foto: Antara-Ilustrasi)

MITA | Sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas di dekat Rio de Janeiro, kota terbesar kedua Brasil, setelah polisi menggerebek permukiman kumuh (favela) untuk menangkap seorang pemimpin geng, kata polisi pada Kamis.

Seperti dilansir Reuters Jumat 24 Maret 2023, bentrokan dengan polisi terjadi di kawasan permukiman pekerja Salgueiro di Kota Sao Goncalo, dekat Rio de Janeiro. Kata polisi, mereka yang tewas adalah para tersangka kejahatan.

Tujuan penggerebekan itu “menangkap anggota Comando Vermelho (geng) dari negara bagian (utara) Para yang berlindung di distrik itu,” kata pernyataan polisi.

Comando Vermelho adalah salah satu geng kejahatan tertua dan terbesar di Brasil, yang sangat berfokus pada perdagangan narkoba.

Saat tiba di favela, “polisi diserang oleh penjahat,” yang menyebabkan “baku tembak yang intens,” kata polisi sipil.

Leonardo Costa Araujo, yang dituduh sebagai pemimpin geng narkoba dari Negara Bagian Para, termasuk di antara mereka yang tewas. Dia dikaitkan dengan kematian sekitar 40 polisi di Para sejak 2021.

Penggerebekan pada Kamis itu dilakukan untuk menangkap Araujo dalam operasi yang juga menggunakan helikopter dan kendaraan lapis baja. Selain korban tewas, polisi juga menangkap 2 orang dan menyita sejumlah besar senjata.

Kepolisian Negara Bagian Rio secara rutin melakukan penggerebekan mematikan di kawasan-kawasan kumuh metropolitan. “Kami tak akan membiarkan Rio dijadikan tempat persembunyian bandit-bandit dari negara bagian lain,” kata Gubernur Rio de Janiero Claudio Castro di media sosial.

Polisi mengungkap, tiga warga setempat yang tidak memiliki hubungan dengan geng kejahatan juga tertembak dan terluka dalam bentrokan tersebut.

Namun, operasi polisi ini menuai kecaman dari Amnesty International Brasil, yang mengatakan tindakan “sangat mematikan” dan bagian dari “pelembagaan kebijakan pemusnahan” di wilayah Sao Goncalo.

“Berapa lama populasi favela berkulit hitam dan terpinggirkan harus menahan kebijakan perang polisi di Rio?” tweet LSM itu.

Lebih dari 1.300 orang tewas di tangan polisi di negara bagian Rio de Janeiro pada 2021, menurut proyek data Violence Monitor.

Sumber: TEMPO.CO

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *