Nelayan Sibolga Diciduk Polisi di Aceh Singkil

  • Bagikan

 

Kapal dan nelayan asal Sibolga menangkap ikan menggunakan peledak. Foto: Humas Polda Aceh

MITA | Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh menangkap kapal beserta delapan ABK yang diduga menangkap ikan secara ilegal menggunakan bahan peledak (destructive fishing).

Pelaku yang menggunakan satu unit kapal kayu itu ditangkap di perairan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, Kamis 2 Maret 2023 lalu.

Dirpolairud Polda Aceh Kombes Risnanto membenarkan informasi tersebut. Ia mengungkap, pihaknya telah menangkap satu kapal yang bernama KM Baru Rezeki GT.5 yang diduga telah menangkap ikan secara ilegal.

Selain kapal, polisi juga mengamankan satu orang nahkoda berinisial AF (38) beserta tujuh ABK, yaitu HS (33), TS (41), DZ (27), MP (44), FL (42), AH (28), dan NT (35). Semuanya berasal dari Sibolga, Sumatera Utara.

“Benar, satu kapal bernama KM Baru Rezeki GT-5 bersama satu nahkoda dan tujuh ABK-nya kita tangkap di perairan Pulau Banyak Barat karena telah menangkap ikan secara ilegal menggunakan bahan peledak,” kata Risnanto, Senin 13 Maret 2023.

Risnanto membeberkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal, 18 botol berisi bahan peledak, satu unit mesin kompresor, satu unit sampan, empat set alat selam, 55 detonator atau sumbu, 25 dupa, tiga gulung selang, tiga regulator, tiga pemberat, satu unit GPS beserta dua pemancarnya, satu unit fish finder, dan 2.966 kg ikan.

Kekinian, pelaku beserta seluruh barang bukti selain kapal, dititip di Polres Aceh Singkil untuk diamankan dan menunggu proses hukum lanjutan.

“Pelaku akan disangkakan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951, Jo Pasal 84 Ayat (1) dan (2) UU nomor 31 tahun 2004, tentang Perikanan, Jo Pasal 85 UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan UU nomor 31 tahun 2004 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

(Hi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *