Pemko Sabang Kejar Pemenuhan Imunisasi Polio Bagi Anak

  • Bagikan
Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi meninjau pelaksanaan imunisasi polio pada anak. Foto: Ist 

MITA | Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, terus berupaya meningkatkan imunisasi polio bagi anak-anak, untuk melindungi generasi Kota Sabang dari bahaya penyakit lumpuh layu.

“Kami terus mengejar pemberian imunisasi tetes polio, yang selama ini telah dilakukan di posyandu, sekolah-sekolah, hingga ke rumah-rumah masyarakat,” ujar Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi.

Demikian disampaikan Pj Wali Kota saat meninjau imunisasi polio di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Sabang bersama Ketua MPU Sabang, Kemenag Sabang, Kadinkes dan KB, Ketua Komite MIN serta TNI-Polri, Rabu 4 Januari 2023.

Menurut Pj Wali Kota, target proteksi saat ini masih kurang yaitu pada angka 83,8 persen. Karena itu ia akan terus mendorong percepatan pemberian imunisasi.

“Tadi kita juga berdialog dan mensosialisasikan sekaligus mengajak para orang tua murid agar lebih paham bahwa imunisasi tetes polio ini sangatlah penting,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Reza Fahlevi, yang menjadi tantangan karena masih ada beberapa orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk dilakukan imunisasi polio karena pemahaman yang masih kurang.

Hal itu sedikit menghambat upaya Pemerintah dalam memproteksi seluruh anak-anak di Kota Sabang. Walaupun tidak mudah, ia akan terus berupaya agar bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan. 

“Kita harus terus berusaha lebih kuat lagi untuk memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat karena penyakit polio ini tidak bisa diobati, tapi hanya bisa di cegah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang, Edi Suharto mengatakan, pihaknya mencatat bahwa imunisasi polio di Kota Sabang telah mencapai 83,8 persen dengan total 6.474 anak yang terlindungi.

“Di beberapa kecamatan sudah selesai, di MIN ini yang masih perlu perhatian lebih, dimana kita menargetkan 476 anak untuk diimunisasi, jadi kita harus mencapai target itu, sejauh ini sekitar 226 anak sudah di imunisasi,” jelasnya.

Edi Suharto turut mengimbau kepada para orang tua agar menyadari bahaya polio yang tidak ada obatnya ini, dan tanpa imunisasi kemungkinan terserang polio akan semakin besar. “Lebih baik mencegah, sebelum menyesal seumur hidup,” tutupnya.

(Hi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *