Objek Wisata Pasir Putih Perlu Perhatian Pemerintah

  • Bagikan
Pimpinan DPR Aceh Dr. Teuku Raja Keumangan SH MH., bersama Pengamat Ekonomi,  Dr. Amri, SE., MSi., Foto: Ist

MITA | Pantai Lhok Mee atau dikenal dengan pantai Pasir Putih, salah satu objek wisata pantai yang sangat indah di Kabupaten Aceh Besar. Objek wisata pasir putih ini dinilai sangat menarik jika dikelola dengan baik.

Objek wisata pasir putih terletak di Desa Lamreh-Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, berjarak sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Malahayati Krueng Raya.

Jika dikelola dengan baik oleh Pemerintah, bukan tidak mungkin objek wisata pasir putih ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, yang bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Apalagi, dengan kondisi perekonomian Aceh yang saat ini begitu sulit. Persentase kemiskinan Aceh pada tahun 2022 lalu berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 14,75 persen.

Sektor pariwisata, dianggap bisa menjadi salah satu alternatif penunjang perekonomian Aceh, dan salah satu objek wisata yang dinilai masih sangat alami, dengan kondisi alam yang sangat indah dan menyegarkan mata.

Meskipun demikian, Pemerintah tampaknya masih kurang melirik objek wisata Pasir Putih, bahkan jalan menuju objek wisata tersebut pun terlihat rusak dan perlu diperbaiki.

Seperti disampaikan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, DR. Teuku Raja Keumangan, SH., MH., yang merasa prihatin dengan kondisi objek wisata tersebut karena terkesan tidak mendapat perhatian Pemerintah.

Teuku Raja Keumangan mengatakan, potensi wisata pasir putih alamnya sangat bagus, Ia mengharapkan kepada Pemerintah khususnya Pemkab Aceh Besar untuk mencurahkan perhatiannya dengan menganggarkan anggaran daerah demi peningkatan sektor pariwisata pasir putih.

“Saat ini, kondisi jalan masih perlu diperhatikan. Kami mendorong Pemerintah agar menganggarkan anggaran untuk membuat akses jalan yang lebih nyaman, sehingga wisatawan tidak terkendala saat ingin berwisata ke Pasir Putih,” kata Teuku Raja Keumangan.

Bukan hanya Pasir Putih, TRK –sapaan akrab Teuku Raja Keumangan– juga mengatakan, tidak jauh dari situ ada objek wisata lain yang bisa didatangi yaitu tempat latihan menembak Brimob atau dikenal dengan Bukit Soeharto.

“Kami berharap Pemerintah memperhatikan sektor pariwisata pantai Pasir Putih, karena kami yakin jika objek wisata wisata ini dikelola dengan baik, akan membantu peningkatan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan,” kata TRK.

Selain itu, Aceh akan kedatangan tamu pada pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 mendatang, Ratusan ribu wisatawan diprediksi bakal memadati Pasir Putih.

Pimpinan DPRA Teuku Raja Keumangan bersama Pengamat Ekonomi Dr Amri dan Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol Selamat Topan, di Bukit Soeharto. Foto: Ist

“Para atlet dan official nantinya diprediksi bakal berkunjung ke Pasir Putih untuk berwisata, itu sebabnya kami mendorong Pemerintah agar memperhatikan betul objek wisata pasir putih ini, dalam hal peningkatan infrastruktur dan promosi. Pelayanan dan kebersihan pun juga tentunya harus betul-betul diperhatikan,” demikian harap TRK.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi, Dr. Amri, SE., MSi., yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan, sektor pariwisata bisa mengembangkan ekonomi masyarakat melalui perputaran uang di daerah tersebut (multiplier effect).

“Perputaran uang yang dimaksud adalah hidupnya kegiatan ekonomi dan bisnis di level desa, dengan hidupnya kegiatan ekonomi dan bisnis inilah yang kita maksud dengan pengentasan kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran,” kata Dr. Amri, Minggu 22 Januari 2023.

“Aceh tingkat kemiskinan sejak beberapa tahun lalu masih menempati urutan pertama termiskin se-Sumatera, jadi jelas sektor wisata dapat menurunkan angka kemiskinan di Aceh,” sambungnya.

Dr. Amri menambahkan, masyarakat Aceh juga harus mengubah pola pikirnya, jangan selalu menganggap kemajuan pariwisata sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

“Jadikan Aceh sebagai tujuan wisata Islami (Islamic Tourism Destination). Jadi sebelum kita ke Mekkah dan Madinah, sangat ideal kita mengunjungi Serambi Mekkah,” demikian kata pria Pemegang Sertifikat Planning and Budgeting dari Graduate Research Institute for Policy Planning (GRIPS), Tokyo, Jepang.

(Hi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *