Ngaku Gangguan Jiwa, ASN yang Terjerat Kasus Narkoba Ini Batal Dihukum 13 Tahun Penjara

  • Bagikan
Ilustrasi penjara. (SHUTTERSTOCK/Dan Henson)

MITA | Jupperlius, seorang terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis sabu yang divonis 13 tahun penjara, batal dihukum setelah bandingnya dikabulkan Pengadilan Tinggi Palembang.  

Disadur dari Kompas.com, Kamis 12 Januari 2023, Terdakwa Jupperlius sebelumnya divonis 13 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Palembang atas kepemilikan narkoba.

Jupperlius disebut memiliki narkoba jenis sabu sebanyak 490,16 gram. Namun, Terdakwa mengajukan banding karena mengaku mengalami gangguan jiwa.

Berdasarkan akar putusan Nomor 244/PUD/2022 yang dikeluarkan Pengadilan TInggi Palembang, Rabu 4 Januari 2023 lalu, Hakim Ketua Mahyuti memutuskan membatalkan putusan PN Palembang.

Hakim menilai bahwa Jupperlius tidak dapat dipidana karena mengalami gangguan jiwa. “Menetapkan terdakwa dirawat di rumah sakit jiwa,” tulis petikan putusan majelis Hakim.

Isi putusan itu dimuat dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara Palembang, Kamis 12 Januari 2023.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan akan mengajukan kasasi atas banding yang dikabulkan Pengadilan Tinggi Palembang.

“Kami akan ajukan kasasi dalam waktu dekat,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sumsel Mohammad Radyan.

Untuk diketahui, Jupperlius merupakan seorang ASN yang bekerja di Kejaksaan, yang ditangkap bersama dua rekannya yaitu Asmawi dan Niko Wirianto.

Mereka ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel pada 17 Maret 2022 lalu. Kemudian Hakim Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan vonis berbeda terhadap ketiga terdakwa, pada 3 November 2022 lalu.

Ketiganya dianggap telah melanggar pasal 112 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk terdakwa Asmawi dan Niko divonis 12 tahun penjara, sementara Jupperlius 13 tahun.

Namun, Jupperlius yang tidak terima menyatakan banding dan mengaku bahwa dirinya sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang.

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *