Diduga Perkosa Wanita Mabuk, Dua Pria Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Ilustrasi Pemerkosaan. (SHUTTERSTOCK)

MITA | Dua pria terduga pelaku pemerkosaan wanita yang sedang tidak sadar karena mabuk, dibekuk Tim Jatanras Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Ridwan mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap pada Minggu 1 Januari 2023, sekira pukul 03.00 Wita.

Pelaku ditangkap di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo. ”Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari korban SR (19) yang mengaku dirinya diperkosa oleh kedua pelaku,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin siang 2 Januari 2022.

Dia mengatakan, dua terduga pelaku bernama FJ (23) dan SA (23) diduga memperkosa korban di rumah milik teman pelaku di Kampung Wae Nahi.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat korban sudah tidak sadarkan diri akibat konsumsi miras bersama para pelaku.

Ketika korban sudah mulai mabuk, pelaku FJ beralasan ingin membenarkan baju korban. Tetapi yang terjadi pelaku membuka baju korban.

Melihat korban sudah tidak sadarkan diri, kemudian pelaku FJ dan SA memapah korban untuk dibaringkan di ruang tengah rumah tersebut.

“Jadi itu hanya modus dari kedua pelaku yang sudah memiliki niat untuk memerkosa korban,” ungkapnya.

“Ketika korban mulai sadar dan melihat kondisinya tidak berbusana, kemudian korban bangun lari keluar sambil berteriak. Melihat korban jatuh pingsan terduga pelaku SA bersama FJ mengangkat korban dan memasukkan ke dalam mobil pikap dengan maksud mengantar korban pulang. Tetapi saat dalam perjalan pulang, SA melakukan perbuatan yang sama terhadap korban,” ungkap dia.

AKP Ridwan menambahkan, saat diinterogasi, kedua pelaku mengakui telah melakukan pemerkosaan terhadap korban. Keduanya kini ditahan di Polres Manggarai Barat untuk proses penyelidikan lebih lanjut setelah diamankan.

“Kedua pelaku sudah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *