Pj Bupati Pidie Ajak Masyarakat Tingkatkan Pengetahuan Tentang Gajah

  • Bagikan
Mengenal penyebab konflik gajah dengan manusia. Foto: Ist/Net

MITA | Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiwanto mengajak masyarakat di Pidie mengenali konflik satwa gajah dengan manusia dalam upaya penanggulangannya.

“Gajah adalah binatang yang cerdas, dia mempunyai naluriah di luar pemikiran maka kita harus mengetahui faktor penyebabnya,” kata Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto di Sigli, Kamis.

Wahyudi Adisiswanto menjelaskan ada tiga faktor yang harus dipahami yaitu, pertama mengenali gajah itu sendiri, yang kedua kenali diri kita sendiri dan terakhir harus mengenali alam lingkungan sekitar.

Di sela-sela menghadiri rapat koordinasi penanggulangan gangguan satwa liar gajah, ia juga mengajak masyarakat serta pihak terkait untuk meningkatkan lagi pengetahuan mengenai gajah.

Menurutnya, ketiga faktor itu saling keterkaitan jadi tidak bisa menyalahkan salah satu diantaranya.

“Seperti menyalahkan gajah karena konflik tersebut menyebabkan melayangnya nyawa manusia, dan tidak bisa juga menyalahkan diri kita bahkan alam lingkungan pun tidak berhak disalahkan, karena ini merupakan satu kesatuan”, kata Wahyudi Adisiswanto.

Sementara Seksi Konservasi dan Sumber Daya Alam BKSDA Aceh, Nopi Ariansyah menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Aceh telah membuat beberapa kebijakan mengenai satwa liar tersebut.

“Konflik antara manusia dengan gajah semakin meningkat, yang menyebabkan kerugian terhadap petani, rusaknya perkebunan, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Nopi.

Nopi mengatakan konflik yang terjadi saat ini mendorong Pemerintah Aceh, Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait untuk lebih bijaksana dalam memahami kehidupan binatang satwa liar dilindungi tersebut.

Sebelumnya Kadis Pertanian, Hasballah menjelaskan, tujuan rapat koordinasi penanggulangan gangguan satwa liar gajah untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Kabupaten Pidie.

“Acara ini juga untuk mendata dan merekrut ulang terhadap dampak-dampak yang timbul oleh gajah di Kabupaten Pidie,” kata Hasballah.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh juga akan memaparkan strategi penyelesaian masalah serta masukan ide-ide.

“Masukan-masukan tersebut akan kita tanda tangan bersama, kemudian kita sampaikan ke Pemerintah Pusat untuk menjawab persoalan mengenai satwa liar yang ada di Pidie,” kata Hasballah.

Sumber: ANTARA

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *