Orangtua Harus Baca! Kecanduan Pornografi pada Anak Bisa Merusak Mental

  • Bagikan
Ilustrasi bahaya pornografi (dok. Shutterstock/SB Arts Media)

MITA | Menurut Dosen Keperawatan Jiwa UM Surabaya Uswatun Hasanah, anak yang sering mengonsumsi konten pornografi, bisa menimbulkan banyak bahaya.

Bahkan, menurut penelitian dampak buruk dari menonton konten pornografi bagi anak bisa menyebabkan empat hal berikut:

Pertama, mereka akan kecanduan. Itu karena berawal dari faktor ketidaksengajaan yang memunculkan rasa penasaran. Dengan begitu, mendorong anak untuk mencoba dengan sengaja.

Dia mengaku, pada tahap coba-coba ini, anak merasakan sensasi yang menyenangkan sehingga ingin mengulang perilaku menonton pornografi secara berulang yang akhirnya menyebabkan kecanduan. 

Menurut dia, tujuannya anak-anak menonton konten porno itu hanya untuk mendapatkan sensasi menyenangkan tersebut.

Dia menyebut, konten pornografi merupakan bentuk adiksi yang tidak dapat diamati secara langsung dengan sistem indera.

“Namun yang jelas, konten pornografi dapat menimbulkan kerusakan otak yang permanen melebihi kecanduan narkoba,” jelas dia dalam keterangannya, Rabu 19 Oktober 2022.

Dampak kedua adalah kerusakan otak. Kerusakan otak yang diakibatkan oleh pornografi erat kaitannya dengan kecanduan.

Kata dia, kecanduan, menciptakan perubahan kimia di otak, perubahan anatomi dan patologis yang menghasilkan berbagai manifestasi disfungsi otak yang secara kolektif atau yang disebut sindrom hipofrontal.

Dia mengaku, bagian otak yang diserang saat anak kecanduan pornografi adalah Pre Frontal Korteks (PFC).

“PFC berfungsi sebagai pusat pengendali emosi, konsentrasi, pembeda antara baik dan buruk, pengendalian diri, berpikir kritis, membentuk kepribadian dan perilaku sosial,” ucap dia.

Dia mengungkapkan, bagian otak ini juga berfungsi dalam proses berpikir yang merencanakan masa depan seseorang, sehingga saat anak kehilangan fungsi PFC ini maka anak dikatakan kehilangan sistem rem otak.

Dalam artian sederhana, anak tidak akan mampu mengontrol pikiran dan perilakunya.

Dampak ketiga adalah perubahan perilaku. Kerusakan pada PFC tentunya mempengaruhi perilaku anak.

Perilaku yang umum ditunjukan oleh anak yang kecanduan pornografi, seperti lebih senang menyendiri mengurung diri di kamar, serta gugup dan menghindari kontak mata saat diajak komunikasi.

Kemudian, malas beraktivitas, tidak mau bergaul dengan orang lain, tidak mau lepas dari gawai dan marah, bahkan mengamuk jika aktivitasnya dengan gawai diganggu atau dibatasi.

Dampak keempat adalah gangguan mental. Selain perubahan perilaku masalah mental yang akan dialami, di antaranya gangguan konsep diri, depresi, kecemasan sedang sampai berat, penyimpangan seksual, dan perilaku kekerasan.

Dia memaparkan ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh orangtua, agar anak jauh dari konten pornografi.

Pertama, melakukan pengawasan ekstra, membekali anak dengan kasih sayang juga ilmu agama, seks edukasi sesuai dengan tahap perkembangan, meletakkan komputer di ruang keluarga, memasang aplikasi pengaman pada gawai, serta melatih anak untuk mengakses internet dengan aman dan sehat.

“Jika anak dan remaja terlanjur kecanduan pornografi, maka orangtua dapat melakukan pendampingan dan pengawasan untuk penghentian secara bertahap dengan didampingi oleh seseorang yang profesional,” tukasnya.

Sumber: Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *