Anak dan Ayah Ditangkap Diduga Curi Emas 62 Mayam dan Uang 10 Juta

  • Bagikan
Sebagian dari hasil curian. Foto: Ist

MITA | Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh bersama Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil menangkap MF (32) warga Aceh Besar yang menjadi tersangka pencurian emas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

MF diciduk petugas pada Sabtu sore 22 Oktober 2022 di Gampong Alue Lim, Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Hal itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditya Pratama.

Menurut Kasat Reskrim, pelaku mencuri barang berharga milik Novi Susilawati (33) warga Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Selasa 9 Agustus 2022 silam.

Usai mencuri, tersangka kerap berpindah-pindah tempat tinggal dalam waktu selama tiga bulan. Polisi terus melakukan penyelidikan, akhirnya membuahkan hasil, berkat bantuan Satreskrim Polres Lhokseumawe.

Mantan Kasatreskrim Polres Nagan Raya ini menjelaskan, pencurian dilakukan pelaku saat korban Novi Susilawati tidak berada di rumahnya. 

“Korban Novi saat itu tidak ada dirumahnya, namun orang tua korban yang memberitahukan bahwa rumahnya disatroni maling dengan bukti lainnya barang dalam rumahnya berhamburan,”ucap Kompol Fadillah.

Saat kembali dari tempat kerja, korban melihat isi lemari tempat berang berharganya ternyata telah diambil pelaku. Korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Banda Aceh keesokan harinya. 

“Korban Novi melaporkan kejadian yang dialaminya esok hari sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/356/VII/2022/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh tanggal 10 Agustus 2022,” ungkap Kasat Reskrim.

Sesuai hasil olah TKP oleh Innafis Satreskrim Polresta Banda Aceh, ditemukan bukti- bukti otentik yang membuktikan pelaku yang melakukan aksi kejahatannya.

Menurut dari keterangan korban, barang yang hilang berupa emas sebanyak 62 mayam dan uang tunai sejumlah Rp10 juta. “Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp171 juta,” sebut Kasat Reskrim.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat berupaya melarikan diri dengan cara melompat pagar, dan ketika itu sempat melakukan perlawanan kepada petugas,  namun pelariannya berhasil dihentikan.

Ketika berhasil diamankan dan diinterogasi, tersangka mengakui telah melakukan pencurian. Tersangka juga mengaku hasil curian itu diserahkan kepada ayahnya, BUR (50) untuk disembunyikan.

“Tersangka MF setelah melakukan aksi kejahatannya, sisa dari hasil penjualan emas diserahkan kepada ayahnya untuk disembunyikan, dan tim yang standby di Polresta Banda Aceh pun bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap BUR di rumahnya di Kabupaten Aceh Besar,” ujar Kasat Reskrim.

Ayah korban disebut ikut terlibat kejahatan yang dilakukan anaknya itu, polisi juga menggeledah rumahnya. Adapun sisa yang disembunyikan yaitu 10 mayam emas di belakang rumahnya.

Emas 10 mayam yang disembunyikan di dekat kuburan itu berupa satu potong gelang. Sementara yang lainnya telah dijual kepada salah satu pemilik toko emas di Banda Aceh, dan ini masih dalam pengembangan Polisi. 

“Adapun emas yang telah dijual berupa empat cincin emas masing-masing dua mayam, lima gelang emas seberat 54 mayam,” sebut Kompol Fadillah.

Bukan itu saja, pelaku juga mengaku uang hasil penjualan emas curian itu telah dibelikan cincin emas seberat 2 mayam, baju sebanyak 4 helai, celana sebanyak 3 helai, dan sepasang sepatu wanita.

“Kami juga menyita barang bukti lainnya berupa uang tunai Rp 1 juta dan ATM yang memiliki saldo dari hasil penjualan emas sebesar Rp 10 juta,” tutur Kompol Fadillah. 

“Tersangka MF dijerat dengan Pasal 362 KUHP dan diancam hukuman penjara selama lima tahun kurungan, dan BUR dijerat dengan Pasal 362 KUHP jo 55 jo 480 dengan ancaman empat tahun penjara,” tutupnya.

(Red/RL)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *